11.1.17

PARA PENCARI CAHAYA KEHIDUPAN / Bersukur Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

oleh : subur triyono





Dengan rasa yang malas saya paksakan diri untuk segera bangun dari tempat tidur yang rasanya nyaman sekali pagi itu ranjang berukuran 120 X 2m seakan akan menambah hangat nya suasana pagi itu , maklum daerah ku sedang di guyur hujan bahkan kadang hujan tak tentu datang nya kadang hujan seharian atau bahkan hujan hanya reda sebentar kemudian hujan lagi , begitu juga pagi ini aku terpaksa bangun katrena aku di bangunkan ibuku kemudian segera aku bergegas menuju kamar mandi yang ada di belakang sebelah ruang tamu maklum belum ada fasilitas kamar mandi dalam di kamar saya
Aku agak kaget tidak biasanya pagi pagi tetanggaku yang biasanya sibuk untuk beraktifitas sudah mampir ke rumah saya ya pak p sebut saja namanya tetangga yang sebenar nya gak asing buat saya karena memeng saya sering ketemu kalo sedang mengajak anak saya untuk bermain mobil mobilan di depan rumah bersama anak nya , pak p duduk di ruang tamu dengan mata yang saya liat agak lesu dengan bahasa basa – basi yang seperti nya sering aku dengar seperti pulang kapan , kemudian kapan berangkat lagi ke jogja peertanyaan yang sering kali di lontarkan dari setaip orang ke tika bertemu saya maklum saya jarang sekali terlihat di kalangan tetangga karena kalo pulang biasanya saya hanya di rumah saja untuk istirahat maklum perjalan jogja wonosobo yang hamper memakan waktu 3 jam perjalanan menggunakan motor cukup menyita waktu dan tenaga saya, lebih lebih kalo harus di perjalanan malam hari akan lebih terasa leleh nya
Namun saya rasa lelahku masih belum seberapa di banding dengan pak p tetanggaku ini setiap hari pak p bekerja serabutan untuk bisa mencukupi kebutuhan dapur keluarga nya namun tidak setiap hari juga pak p ini bisa bekerja maklum di daerah saya minim sekali peluang kerja sesekali pak p terpaksa harus menggantikan posisi istri nya mengasuh anak yang terakhir karena sang istri akirnya harus memutuskan bekerja seagai buruh lepas untuk membantu perokonomian keluarga , sebenar nya pak p tidak berdiam diri saja ketika berada dalam kondisi ini pak p pun sudah berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya bahkan beberapa tanah peninggalan orang tuanya pun sudah terjual semuanya demi untuk menopang kebutuhan sehari hari nya , untuk saat ini tinggalah satu tanah pekarangan yang saat ini berdiri rumah sederhana peninggalan orang tuanya juga , sebenar nya kaget sekali waktu itu ketika ternyata kedatangan pak p adalah untuk menawarkan setengah dari pekarangan tersebut untuk di jual kepada saya karena ternyata banyak sekali hutang yang harus di bayarkan pak p karena usaha waktu lalu sebagai pedagang buah tebasan tidak mendapatkan untung alias merugi . saya sangat sedih ketika mendengar banyak cerita pilu nya mengarungi bahtera rumah tangga nya 10 tahun terakhir ini . akhir kata saya hanya bisa memberikan pijaman walaoupun tidak banyak Karena pak p menawarkan harga tanah pekarangan nya dengan harga yang saya rasa saya belum mampu untuk membeli nya
Sebenar nya ada 1 anak laki laki yang seharus nya sudah bias membantu pereknomian keluarga harus nya namun karena suatu hal ternyata belum bisa , sudah pernah juga mencoba merantau namun hanya betah beberapa waktu karena kondisi kesehatan nya tidak mendukung , aku menawarkan sebuah pekerjaan ya walopun saya hanya bisa membantu mencarikan informasi pekerjaan yang pas untuk anak yang masih lajang dengan pendidikan setingkat sma itu .namun lagi lagi jawaban nya membuat saya sangat miris 2 tahun dari kelulusan putra nya itu ijazah nya belum di ambil karena factor biayaya
Ketika saya melihat kondisi seperti itu saya sangat bersyukur ternyata kondisi saya jauh lebih baik dari pada tetangga saya , saat ini saya punya pekerjaan istri saya fokus merawat buah hati saya dan saya masih bisa kuliah dengan biyaya saya sendiri berangkat dari hal ini semangat saya untuk kuliah untuk kehidupan yang lebih baik semakin terpupuk yang kadang kadang mulai mengendur seiring dengan berjalan nya waktu dan himpitan himpitan masalah rumah tangga dan pekerjaan

0 comments:

Post a Comment