10.1.17

Mengajar dan Diajar

Mengajar dan Diajar

Melinda Rahail
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Ini artikel kedua kujungan ke TK Kamulan. Kali ini saya akan berbagi tentang kesimpulan.
Pegalaman mengajar yang pertama dan ke dua membuat saya mulai memikirkan sesuatu dan introspeksi terhadap diri saya sendiri, tentang kebebasan.

Saat mengajar dan bermain bersama adik- adik di TK, saya melihat mereka bebas, tanpa tekanan, bahagia. Seakan- akan dunia yang kejam ini melarikan diri dari mereka dan itu menyenangkan sekali.



Saya mulai berpikir jikalau mereka bisa, apakah saya juga bisa seperti itu saat mengadapi masalah. Maksud saya adalah bukan untuk lari dari masalah namun tidak terlalu memikirkan masalah tersebut, apa lagi untuk setiap saat.


Memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Saya mulai mecobanya dan semua berawal dari angka nol. Cukup sulit memang, karena harus mencari pedekatan yang sesuai dan bisa saya jalankan, namun pelan- pelan tetap saya usahakan. Ini sekalian untuk belajar menjadi lebih sabar, dan itu lebih baik.

Sekarang belum berhasil 100%, namun mulai saya rasakan dan itu menyenangkan. Sejenak melupakan masalah dan bebas, tanpa tekanan apapun. Kuncinya adalah, ubah pola pikir.
Bagaimana caranya?

Anda tau caranya sediri,coba lakukan intospeksi dan anda akan menemukannya.

Saran saya yang pertama dan terpeting, jangan lupa untuk percaya pada diri anda sendiri


0 comments:

Post a Comment