28.12.16

CINTA TAK HARUS MEMILIKI




nama:Rinna trisnaningsih
prodi psikologi semester 1 
Keceriaan wanita adalah dimana ada seorang yang selalu ada di sampingnya, menjaganya dan selalu melindungi mereka setiap saat dalam situasi duka maupan suka. Hal ini di alami oleh Diana fransiska wati ( Nama samaran). Diana biasanya di panggil siska. Siska adalah pribadi yang sangat pintar bergaul, ramah, bertanggung jawab, pandai dan nilai tambahannya adalah siska adalah gadis yang cantik rupawan. Dengan tubuh yang tinggi, berat badan yang proporsional, kulit nya kuning langsat. Banyak lelaki yang jatuh hati kepadanya. Siska merupakan pengantin baru  dengan usia pernikahan 3 bulan yang lalu. Dia menikah dengan seorang pria yang rupawan bernama Ibrahim ( nama samaran). Suami siska biasanya di panggil mas baim. Umur siska dengan suami terpaut 1 tahun, lebih tua siska yaitu 25 th, sedangkan suaminya 24 tahun.Ujung perkenalan sampai tahap pernikahan mereka cukup terbilang sangat singkat. Hanya 5 bulan proses mereka mengenal pribadi masing-masing.Dalam ruang tamu terlihat siska sedang sendirian terduduk di kursi sofa warna merah maron. Kepala nya tersandar di bahu kursi yang empuk untuk merelaksasikan tubuh yang sedang penat.
 Baim   : Dik siska,,,,,,  kenapa dirimu terlihat agak kurang gembira ? Apakah pernikahan ini yang membuat mu sedih? Apakah dirimu belum bisa menerima aku sepenuhnya?? Aku tahu , jika diriku terbilang singkat untuk melamarmu. Apakah ini menjadi kesedihanmu selema ini dik ?
Siska : Sungguh tidak mas,,,,,, diri mu adalah lelaki yang sanggat baik, bagaimana tidak bahagianya jika aku sudah mendapatkan cintamu, aku hanya teringat akan sosok diri mas terhadap mantan kekasihku yang dulu.
Baim    : Apa yang membuat mu begitu yakin jika aku menjadikan bayangan di kehidupan masa lalu mu dik ?
Siska    : Mas baim begitu baik, pengertian dan dewasa seperti dia mas.
Baim    : Andai aku boleh tahu siapa orang tersebut yang beruntung mencuri hati istri ku.
Siska    : Jangan salah paham dulu mas,,,,,, akan ku ceritakan. Aku sudah hapus masa lalu ku ketika mas berucap untuk menikahi aku.
Baim    : Terus mengapa adik menangis ? Apakah dia melukai perasaan adik?
Siska    : Aku tak ingin cerita tentang dia, jika aku cerita nantinya akan membuat cemburu mas,,,, aku harus menghargai mas baim.
Baim    : Alangkah bahagianya jika aku bisa menjadi pelipur lara mu dik, Insyaallah saya tidak akan cemburu. Coba ceritakan.
            Sebelum mas melamar aku atau meminang aku, sempat aku mempunyai seorang yang special di hati aku, nama nya mas indra yudatama, dia adalah seorang tentara militer angkatan darat, dia masih umur 22 tahun, dia sangat baik seperi mas baim, sopan, menghargai wanita, berbeda dengan lelaki yang lain yang pernah aku kenal dulu saat saya masih pacacaran dengan mantan ku. Kita kenal pertama di dunia maya. Dia merupakan prajurit infantry dengan pangkat sertu( sersan satu )lulusan bintara TNI AD liting 64. Dia selalu memperhatikan diriku dan memanggilku dengan sebutan adik. Walaupun usia di antara kita terpaut 3 tahun. Entah kenapa hati kita sama-sama cocok. Suatu ketika mas indra mengajak ku ketemuan yang pertama kali di sebuah restoran di banyu biru dekat mataram selatan.
Indra   : Dik siska ya?
Siska    : Iya mas,,,,, kamu mas indra ??
Indra   :Ya perkenalkan saya indra. Senang berkenalan dengan kamu dik. Ternyata wajah mu lebih cantik aslinya dari pada di foto yang adik kirimkan lewat whatsapp mesangger atau WA.
Siska    : Senang bertemu mas juga,,,, Mas kenapa masih pakai pakaian tentara ?
Indra   : Oh iya…… maaf dik,,,,, saya lupa mengatakan kepada dirimu. Saya sebenarnya ingin sekali bersama adik lebih lama, namun apa daya ku dik, saya seorang abdi Negara yang harus siap atas semua perintah dari Negara. Pertemuan pertama ini sekalian ucap pamitan mas kepada mu.
Siska    : Lho…… mas kan baru pulang cuti kemarin, kenapa harus dinas kembali ke Kalimantan ? apa maksdudnya mas ??
Indra   : Begini dik,,,,, memang betul mas cuti 1 minggu, tetapi tiba-tiba atasan memberi perintah untuk menjadi personil untuk di perbantukan di libanon.
Siska    : Oh iya mas,,,,,, saya mengerti. Semoga perjalanan mu di lindungi oleh yang maha kuasa.
Indra   : Terima kasih dik,,,,,,,, atas doa mu…….. Mas pamit mau berangkat dinas di luar. Saya janji akan memberi mu kabar selalu saat mas di libanon.
                  Saat itulah pertemuan yang menjadi pilu siska,,,,,,,,Hati bagai tersambar petir, tangisan menetes begitu saja membasahi wajah manis siska saat mengantarkan indra ke batolion infantry di daerah semarang untuk berangkat bersama rombongan tentara menuju ke libanaon. Tetesan air mata yang tidak bisa di tahan oleh siska begitu menyiksa. Entah kenapa baru pertama berjumpa dengan dia sudah seperti orang yang sudah lama berjumpa. Selama 1 tahun tugas di libanon mas indra selalu memberi kabar dengan siska, komunikasi itu tetap berlanjut walaupun jarak memisahkan mereka.
Mas indra  : Selamat malam adik ku terkasih siska
Siska          : Malam mas,,,, apa kabar dirimu disana? Sudah lama kita tidak berjumpa. Pasti sudah betah disana, dikerubuti wanita-wanita cantik. Pasti ada yang suka sama mas indra yang begitu tampan.
Indra         : Benar kah begitu dik?? Asyiik berarti mas cakep donk. Tapi mas tidak tertarik dengan wanita disini dik. Teralu cantik mereka mana ada yang mau sama mas yang jelek seperti ini. Hanya dik siska yang ngomong kalau mas ini tamapan.
Siska          : Mas sudah betah kah disana ?? apakah tidak merindukan tanah air ? terutama keluarga mas di jawa.
Indra         : Oh iya dik,,,,, saya ingin menyampaikan jika besok lusa mas akan balik ke Kalimantan dan akan di perintahkan untuk di mutasi di bagian terpencil di Kalimantan.
Siska          : Lho…..berarti mas gak di semarang lagi ??
                  Keesokan lusa nya, tiba-tiba tlakson berbunyi, dari arah samping kanan gang di rumah siska. terdengar suara motor yang semakin jelas. Di bukanya jendela kamar tidur siska, kemudian dia menoleh kearah sumber suara tersebut, di lihatnya sepeda motor berwarna merah merk vixion yang di kendarai seorang pria yang tak lain adalah indra. Dengan cepat langkah siska menghampiri indra.
Siska          : Ya Tuhan,,,,,, mas indra sudah sampai sini ? kenapa tidak bilang jika sudah sampai jawa, kan biar saya jemput ke bandara.
Indra         : wah tidak di persilahkan masuk dulu nieh ?
Siska          : iya mas, silahkan masuk. Saya ambilkan minuman dan cemilan pisang goring selagi hangat.
Indra         : Mantap sekali,,,,,, pasti beruntung jika besok yang mendapatkan adik siska nih,,, sudah cantik, pinter masak lagi. ( Sembari memakan pisang goreng )
Siska          : Makan lagi mas,,,,, di habiskan
Indra         ; Sudah kenyang saya dik, kalau sudah melihat dik siska. Maksud kedatangan ku dik,, aku ingin berterus terang mengenai perasaan ku terhadap dik siska. Jujur saja saya sudah cocok sama adik, dan ingin dik siska menjadi pacar mas,,,,,, sebelum mas brtugas ke Kalimantan dik,,,,, aku ingin kepastian adik.
            Dari situ, kedua mata siska berkaca-kaca, harapan yang selama ini di harapkan ternyata kesampaikan. Hati siska sangat riang gembira melihat ucapan dari seorang yang ada di hati nya menyatakan cinta. Karena perasaan yang sama jika siska sangat mencintai dia, akhirnya mereka berdua resmi berpacaran. Namun kisah itu menjadi kehampaan ketika orang tua siska selalu mempertanyakan apakah indra serius kepada siska. Orang tua siska berharap jika indra mau menikah dengan siska berarti memang ada keinginan keseriusan. Lagubutiran debu yang menjadi lirik nada dering handphone siska bordering. Kemudian siska mengambil hp nya dan mengangkat panggilan tersebut.Terdengar suara bas yang sangat kental dengan suara yang pernah di dengar oleh siska setiap hari. Suara telpon tersebut dari indra pacar siska.
Indra   : Hallo dek, gimana kabar nya,,, mas sangat kangen sama bidadari satu ini
Siska    : ah,,,, mas indra gombal. Mas….. aku mau Tanya, mas indra itu serius tidak membina hubungan dengan ku ?
Indra   : Jangan di Tanya lagi dik,,,, pasti adik sudah tau jawabannya. Mas itu serius dengan adik, dan berharap adik menjadi ibu untuk anak-anak ku nanti.
Siska    : Aku percaya sama mas,,,, tapi kapan mas mau menikahi ku, di usia berapa ?
Indra   : Jujur dik,,,, aku saat ini belum ada rencana menikah, kita jalani aja dulu, sebab rencana menikah ku di umur 26 tahun dik. Sabar lah menanti, pasti mas akan meminang mu.
            Hubungan siska dengan indra berlangsung sudah menginjak usia hampir tahun. Orang tua siska, pak bambang dan bu ratih berharap sekali jika anak ketiganya menikah. Siska merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara. Saudara pertama siska bernama mbak maya sudah menikah dengan seorang pelayaran, sedangkan saudara laki-laki bernama mas wahidin yang sudah berkeluarga mendapatkan seorang perawat dan sudah di karuniai seorang putra. Bagaimana tidak khawatirnya orang tua siska, dimana anak perawan nya sudah berusia 25 th masih membujang. Seharusnya di usia seperempat abad siska sudah mempunyai seorang suami. Di senja sore keluarga besar siska berkumpul di halaman rumah. Menikmati indahnya langit yang berubah menjadi gelap di terangi dengan bintang-bintang menghiasi langit.
Pak bambang   : siska,,,, kamu tuh sudah 25 tahun, apa kamu tidak ada rencana menikah ? Pacar  mu masih sama indra kan ? Kapan dia melamarmu?
Siska                : Iya pak,,,,,, saya masih sama mas indra, sebenernya saya juga mau menikah pak,,,, namun mas indra nya mau menikahi saya saat dia usia 26 tahun, sekarang mas indra masih 22 tahun pak. Saya bingung jika mendesak mas indra untuk segera melamar saya.
Ibu Ratih         : Lha kamu lho sis,,,,, nikah itu tidak usah menunggu, kalau sikapnya indra seperti itu tinggalkan saja. Cari pria yang sudah siap berumah tangga. Ingat umur mu sudah 25 tahun. Nanti di gunjing sama tetangga di kira kamu itu tipe cewek pemilih, hingga jadi perawan tua tidak laku-laku. Kamu tahu bulek yuli kan?? Dia itu sudah berumur 86 tahun sampai tua dia masih sendiri tidak ada yang mengurus, jadi perawan tua sampai tutup usia.
Siska                : iya bu,,,,,,,saya juga ingin segera menikah. Tapi calon nya itu belum memberi kepastian.
Ibu ratih          : Lha diri mu itu punya kenalan pria lagi selain indra tidak ?? sama yang lain saja.
Siska                : Bagaimana perasaan mas indra kalau saya melakukan hal tersebut bu ?? saya tidak ingin melukai hati mas indra. Saya sangat mencintai dia bu,,,,pak,,,,,
            Dalam perbincangan tadi sore, siska tidak bisa tertidur dengan pulas, hatinya gundah gelisah mengingat perkataan orang tuanya yang ingin siska segera menikah. Hatinya galau tidak karuan. Dia merasa ada yang kurang pada dirinya. Siska merenung sesaat. Apakah aku tidak pantas berbahagia ?? mengapa teman-teman ku mendapatkan pasangan yang baik sesuai criteria. Apakah saya kurang bersyukur?? Kata-kata itu selalu mencul di relung hati siska. Sebab siska merasa bahwa dirinya sudah dinilai cukup untuk berumah tangga. Gelar S2 pendidikan bahasa inggris lulusan UGM telah di raihnya, pekerjaan mapan sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta telah di pegangnya. Dia merasa kalah dengan takdirnya. Siska selalu membandingkan temannya SD bernama ulfa, dimana ulfa yang wajahnya di bawah standar bisa mempunyai suami lulusan akpol. Ulfa menikah di usia 20 tahun hanya tamatan Sma, dan suami ulfa yang lulusan akpol lulusan sarjana hukum dan usia suami ulfa 24 tahun. Siska berfikir jika Tuhan itu tidak adil terhadapnya.
            Udara malam yang dingin sangat di rasakan oleh siska, jendela kamar tidur siska di biarkan terbuka untuk melihat keelokkan langit di malam hari. Siska mengambil ponsel nya di saku jaket berwarna ungu. Ada pesan dari indra yang berisikan menanyakan kabar. Siska selalu berkomunikasi dengan indra, baik dengan chat, bbm, video call, tepon. Dimana indra di Kalimantan dalam pengabdianya.
            Dalam heningnya malam, mas baim yang sudah mendengar kisah istrinya siska sesaat langsung meneteskan air mata. Karena terharu mendengar kisah cinta mantan pacarnya yang saat ini menjadi wanita nomor satu di hatinya yaitu istrinya siska. Air mata baim sudah tidak bisa di bendung.
Baim    : Lalu kenapa kamu bisa menerima lamaran ku dik ? jika kamu masih cinta dengan indra itu ?
Siska    : Aku merima lamaran mu sebab mas baim adalah adik tingkat saya sewaktu SMA, aku sudah tahu karakter dan sifat mas.
Baim    : lalu bagaimana kisah mu selanjutnya saat kau mengatakan ingin menikah dengan ku, apakah indra marah??
Siska    : Saat aku menerima lamaran mu, saat itu juga aku memberi kabar ke mas indra jika aku akan menikah. Dulu memang saya ragu menerima lamaran mas baim, tapi saat saya menelpon mas indra. Aku sudah tau jawabannya jika aku harus di takdirkan dengan mas baim bukan sama mas indra
Ketika cinta itu terhalang dengan gelombang yang sangat tidak bisa dilalui, buat apa aku memperjuangkan cinta. Sempat aku berkata sama indra.
Siska    :Mas indra… semisal ada seorang pria yang melamarku, bolehkah aku menerimanya?
Indra   : Terus bagaimana perasaan ku ?? jujur saja apakah ada seorang pria yang ingin mempersuntingmu ?
Siska    : Ya….
Indra   : Siapa dia?
Siska    : seorang TNI juga dinas di madiun. Aku ingin menikah dengan mas indra. Apakah bisa mas indra mempersuntingku di usia mas indra 24 tahun??
Indra   : Maaf dik saya tetap ingin menikah di usia 26 tahun. Dik apakah silaturahmi kita hilang?? Saya tidak mau mengganggu diri mu sebagai istri sesama TNI.
Siska    : saya masih akan bersilaturahmi sebagai saudara umat Tuhan mas
Indra   : Saya tidak bisa dik.
Tut,,,,,tut,,,,,,, suara panggilan di telpon oleh mas indra
            Pagi yang cerah mencerahkan dunia. Mengawali kegiaatan yang penuh dengan semangat. Setelah mendengar cerita istrinya siska. Mas baim langsung memeluk istrinya dengan dekapan yang penuh dengan kehangatan.
Baim    : Aku tahu cinta mu sangat tulus kepada ku, namun percayalah dik aku mencintai mu setulus hati, jangan memandang pangkat ku yang hanya seorang TNI AD berpangkat tamtama, aku aikkan menjaga mu, menyayangi mu. Walau kau belum sepenuhnya bisa mencintai ku. Aku tahu cinta itu perlu proses dan perjuangan. Kita di satukan dalam ikatan tali pernikahan. Aku tak mau pernikahan kita hancur. Dik jika kamu bersedih seperti ini, aku rela melepasmu.
Siska    : Aku sudah mencintai mas sepenuhnya. Tiada ragu. Jangan menceraikan aku mas,,,,,,sungguh tiada rasa lagi aku sama mas indra. Aku bersedih karena aku belum minta maaf langsung bertemu dengan mas indra.
Baim    : Boleh kah aku beretmu dengan indra bersama mu ?? aku tidak akan cemburu, sebab kau sudah menjadi milikku. Aku tahu sifat kejujuran mu.
Siska dan baim menuju asrama TNI AD di perbatasan wilayah Malaysia. Mereka berdua hanya ingin mengungkapkan rasa yang ada di hati masing-masing.
Siska    : Mas indra,,,,, aku bersam suami ku mas baim ingin bersilaturahmi sebagai saudara, dulu mas pernah berkata saat awal chat perkenalan kita, seandai nya saya tidak berjodoh dengan mas indra, kita tetap menjalin silaturahmi, dan aku meminta maaf karena tidak bisa menjadi istri mu.
Indra   : Aku maklumi itu dik, kamu jauh –jauh sampai kesini sudah cukup bagi ku. Takdir itu tidak bisa di tebak, mungkin memang kita di takdirkan sebagai saudara. Aku memang pengecut tidak bisa menjadi imammu, karena saya belum siap berumah tangga. Tapi aku lihat suami mu itu layak dan pantas menjadi imammu. Aku berpesan kepada diri mu mas baim. Jaga siska baik-baik jangan pernah sakiti dia. Sebab siska sudah menjadi adik angkat ku mulai sekarang. Walau umur mudaan saya.
Baim    : Baiklah mas,,,,, saya berjanji.
            Saat itulah sampai sekarang siska dengan baim hidup berbahagia, mereka di karunia 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Sekarang usia siska( samaran) berusia 56 tahun, sedang mas baim 55 tahun.     Sumber: curhatan dari bulek s asal madiun.
           





0 comments:

Post a Comment