30.12.16

Berhenti Menjadi Penonton, Mulai Jadi Pemain!

Oleh Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi

Hari ini, aku sadar bahwa sehebat-hebatnya aku sebagai penonton aku tetap tidak bisa apa-apa
Terlebih aku tidak akan merubah apapun.
Aku hanya bisa meneriaki, tetapi dibelakang.
Hanya mengkritik, tapi takkan terdengar.
Hanya bisa sok pintar dengan komentar mengkritisi yang sama sekali tidak merubah apapun.

Juga seringkali, memilih diam. Bersembunyi diantara kerumunan penonton lain, tidak terlihat. Maksudku, tidak mau terlihat.
Ingin terlihat baikbaik saja, menyembunyikan ketidaktauan.
Memang, lebih menyenangkan menanggung penasaran, daripada bakal cemoohan.
Bayang-bayang tatapan pandai yang menyudut pada si tidak tau apa-apa ini terlalu menakutkan

Haha lihatlah,
Betapa pengecutnya sibodoh ini
Melawan bayang-bayang saja takutnya membikin mati
Padahal siapa tahu, mereka tertarik dan mengajak debat

Lebih memilih tidak malu karena tidak tau
Daripada malu untuk tau sesuatu

And now i know that,
Seburuk-buruknya menjadi pemain
Akan lebih baik,
Karena setidaknya berani merubah diri sendiri

0 comments:

Post a Comment