31.10.16

Resensi Artikel : Tidak Ada Anak Bodoh, Dia Akan Berprestasi jika Punya Motivasi untuk Jadi Hebat



Manik Muthmain
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Tidak ada anak bodoh di dunia ini. Yang ada hanyalah hanya anak yang tidak mendapat kesempatan dan motivasi untuk menjadi hebat. Demikian disampaikan oleh pelatih sekaligus pemimpin Tim Olimliade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes Surya saat menjadi pembicara dalam segmen "Berbagi Iptek" dalam acara Kompasianival di gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Menurut Surya, keberhasilan anak dalam bidang sains tergantung pada metode pengajaran yang benar dan motivasi yang hebat. Hal yang terakhir merupakan kunci dari keberhasilan itu. Dengan cara itu, anak didik tidak merasa terpaksa mempelajari ilmu sains dan fisika dan berkemauan mencetak prestasi. Kepada para anak didiknya, Surya mengatakan bahwa dunia di masa depan akan dikuasai oleh teknologi. Saat ini saja, sudah ada beberapa temuan tentang penggunaan robot dalam kehidupan sehari-hari. Dalam industri, misalnya, penggunaan robot dan mesin otomatis sudah menjadi hal biasa. Ada juga temuan robot yang bisa berbicara, yang bisa menyetir, hingga pelayan rumah tangga.

Mantan Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) itu menyatakan, setelah anak termotivasi, materi apa pun yang diberikan kepada mereka bisa masuk dengan baik karena adanya kemauan tinggi. Surya telah membuktikan hal itu dengan membawa para anak didiknya menyabet 54 medali emas, 33 medali perak, dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi sains atau fisika Internasional. Pada 2006, siswa binaannya bernama Jonathan Pradana Mailoa berhasil meraih predikat "The Absolute Winner" dalam International Physics Olympiad (IPhO) XXXVII di Singapura. Motivasi dan metode yang baik adalah kunci kesuksesannya mendidik siswa binaannya.

Sumber           : Kompas | Sabtu, 08 Oktober 2016

0 comments:

Post a Comment