10.10.16

RESENSI ARTIKEL : PEMBUKA JALAN SELAM ILMIAH



RESENSI ARTIKEL : PEMBUKA JALAN SELAM ILMIAH

Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai wilayah sebagian besar berupa perairan. Kekayaan yang terdapat di dalam laut merupakan salah satu aset Indonesia. Berbagai hasil laut seperti terumbu karang, ikan dan biota laut merupakan hasil laut yang banyak dicari. Kondisi Indonesia saat ini memiliki keterbatasan SDM dalam pengelolaan hasil laut, sementara kondisi biota laut semakin menurun. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut sangat dibutuhkan SDM yang benar-benar handal dan ahli dibidangnya. Tenaga penyelam ilmiah yang bertugas di bidang penyelaman seperti geologi kelautan, arkeologi maritim dan bawah air, serta meneliti dan menjaga biota laut belum banyak.

Berlatar belakang hal tersebut, mendorong seorang Rikoh Manogar, orang Indonesia pertama yang memperoleh lisensi Europen Scientific Diver dari The German Commision for Scientific Diving untuk melatih generasi muda yang ahli dibidang penyelaman ilmiah. Harapannya dengan adanya penyelam ilmiah yang handal dan kompeten, mampu untuk menjaga dan melestarikan kehidupan biota laut secara maksimal. Meskipun tidak mudah untuk menciptakan tenaga penyelam yang handal, Rikoh tetap berusaha untuk melakukan secara maksimal. Kendala terbesar adalah permasalahan biaya. Tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan penyelam ilmiah ini.
Beberapa hal positif yang dapat diambil dari artikel ini antara lain adanya standarisasi kegiatan penyelaman ilmiah untuk menjaga dan memelihara kelangsungan kehidupan biota laut. Selain itu, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang memperoleh lisensi untuk mengembangkan standarisasi penyelam ilmiah. Timbulnya standarisasi sehingga terjadi keseragaman metodologi, prinsip dan pemahaman diantara banyak institusi yang selama ini melakukan penyelaman ilmiah.
Kritik terhadap artikel ini tidak dituliskannnya perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan standarisasi penyelaman ilmiah. Cara yang dilakukan untuk membujuk penyelam amatir yang tidak mau mengikuti standarisasi penyelam juga menjadi koreksi untuk artikel ini.
Seharusnya program ini dikembangkan dan didukung oleh pemerintah karena standarisasi ini sangat penting, mengingat sebagian besar dari wilayah Indonesia adalah kepulauan. Apabila hanya ditangani oleh institusi tertentu hasilnya tidak merata karena hanya orang tertentu yang bisa mengikuti pelatihan ini karena terkendala biaya yang tinggi serta kurangnya informasi.

Rinaldi,I. (2016). Pembuka Jalan Selam Ilmiah. Kompas, 27 September, hal 16.

0 comments:

Post a Comment