11.10.16

BUDAYA MAIN HAKIM SENDIRI

Resensi artikel : BUDAYA MAIN HAKIM SENDIRI
Irnaningsih Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Tindakan main hakim sendiri masih sering di jumpai di tengah masyarakat, terlebih saat masa memergoki pelaku tindak kejahatan. Karena emosi, warga bisa kalap dan memukul bertubi-tubi bahkan tak sedikit yang sampai mengakibatkan kematian bagi pelaku kejahatan.

Seperti nasib yang di alami pria paruh baya yang dipukuli masa karena tertangkap mencuri kopi kemasan sachet di Banguntapan, Bantul pada Kamis 15 September 2016. Pelaku mengalami luka serius hingga harus di larikan ke RS Hardjolukito, namun karena saking parahnya akhirnya pelaku meninggal dunia.

Sementara itu Sabtu ( 17/09/16) seorang pencuri sepatu di keroyok masa di daerah Muja muju. Tersangka yang bernama Arifin, asal Surabaya Jawa timur ini mencuri sebuah sepatu di kontrakan mahasiswa. Namun ketika itu, sang pemilik langsung meneriaki maling dan warga pun berhamburan
ingin mengeroyoknya.
Beruntung kemarahan warga dapat di redam dan pelaku di serahkan ke kepolisian untuk di proses. Polisi mengatakan aksi pelaku tergolong berani karena Ia beraksi ketika pagi menjelang yakni pukul 05.30 wib. Pelaku sebelum tertangkap warga sempat kabur dengan memanjat dan melompat pagar. Tetangga yang mengetahui aksi pencurian ini spontan langsung berteriak, sehingga memicu warga untuk keluar. Sebelum di proses pelaku di rawat oleh pihak kepolisian akibat pukulan main hakim sendiri dari warga.



Sumber : Tribun Jogja,Minggu 18 September 2016


0 comments:

Post a Comment