8.6.16

Ringkasan Artikel : Susanto Ingatkan Amanah UNESCO

MANIK MUTHMAIN
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Magelang, Tribun – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magelang menilai mengenai jam kunjungan dan paket sunrise di Candi Borobudur adalah salah satu sikap hati – hati dari pengelola Candi Borobudur. Pihaknya berharap dengan sempat beredarnya video parkour ngawur di Candi Borobudur harus benar – benar dijaga secara ketat. “Evaluasi ini adalah bentuk kehati – hatian dari pihak instasi pengelola Candi Borobudur. Sebab, Borobudur itu sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia.” Kata Kepala Disparbud Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Sabtu (2/4).

Bentuk kehati- hatian pengelola dalam hai ini, Balai Konsevasi Borobudur (BKB), Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) ini, dimaksutkan agar tidak melanggar ketentuan UNESCO. Menurutnya, sejauh ini, UNESC pun akan mengevaluasi hal ini. Belajar dari kasus ini, dia meminta agar setiap orang ikut terlibat dalam kampanye pelestarian candi. Jika sudah ada kesadaran, maka tidak akan ada lagi kasus serupa yang merugikan citra Candi Borobudur.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Sakir sempat menyebut evaluasi dikalangan tiga instansi pengelola Candi Borobudur adalah keharusan menyikapi dinamika ini. Sakir menjelaskan, adanya video parkour kontroversial ini menampar keras wisata di Candi Borobudur. Meskipun, Pemerintah Kabupaten Magelang tidak andil dalam pengelolaan di candi yang dibangun di masa Raja Samaratungga ini, namun, wisata di wilayah ini menjadi tercoreng. Tentu saja, menjadi tercoreng, karena Candi Borobudur bukan hanya milik Indonesia namun juga dunia,” kata Sakir. Selain mengevaluasi paket sunrise dan juga jam berkunjung, Sakir menegaskan perlunya pengawasan yang ketat bagi wisatawan. (ais)


Sumber                : Tribun Jogja|Minggu, 03 April 2016 | hal. 07

0 comments:

Post a Comment