23.6.16

RINGKASAN ARTIKEL :
SPRINT – AND RECOVERY

DELIANA VICRIA NURACHYANI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Live a life of massion, work passiontely, and make time to rest.
“You can’t do a good job-if your job is all you do”

          Pernah dengar istilah fatigue dalam bahasa Inggris? Artinya, kelelahan luar biasa sehingga setelah istirahat atau tidur sekalipun tetap terasa lelah. Ini dialami oleh orang-orang  melakukan aktivitasnya yang membutuhkan waktu, perhatian, dan energi yang lebih atau disebut dengan super sibuk ditambah jika aktivitsnya melibatkan banyak orang. Apalagi diduia kerja kelelahan seperti ini sering sekali dialami oleh karyawan atau pekerja yang semakin tidak produktif  dikarenakan daftar pending items bertambah panjang, pekerjaan atau laporan yang deadline sehingga sampai menghabiskan waktu kerja 60-80 jam per minggu. Tidak mengherankan kinerja seperti ini membuat pekerja secara umum juga
rendah, tingkat kesehatan memburuk, dan tingkat kecemasan bertambah.
            Badan secara ilmiah paham saat merasa lelah. Namun, sering kali sinyal yang dikirimkan tubuh tersebut tidak dihiraukan atas nama target, ego, harga diri, pencapaian dan kesuksesan. Kehidupan adalah sprint – and recovery. Lari cepat jarak pendek dan istirahat!
Memang begitu asyik bekerja dan berkarya itu namun istirahat juga perlu untuk pemulihan diri secara berkala. Adam Schwartz dan Harvard Business Review terkait hal-hal yang perlu diperhatikan setelah “berlari kencang” adalah sebagai berikut:
            Pertama, buat jadwal untuk beristirahat setelah bekerja selama 90-120 menit. Bisa jadi kita tidak meras membutuhkannya, tetapi istirahatkan saja tubuh dan pikiran sesuai jadwal tersebut. Istirahat di sini sekedar berdiri, berjalan-jalan, dan melepas penat.
            Kedua, berikan waktu lebih panjang untuk jeda istirahat tersebut. Kenapa? Karena walaupun tubuh sudah merasa pulih dari kepenatan, pikiran perlu waktu lebih panjang. Jika Anda pikir butuh waktu 15 menit, lipat gandakan saja.
            Terakhir, miliki daftar orang-orang yang bisa membuat Anda merasa energized. Maksudnya bagaimana? Anda pasti kenal beberapa orang yang setiap saat bersama mereka, Anda merasa relaks, lega, dan happy. Hindari orang-orang yang membuat Anda merasakan sebaliknya.


Sumber : KOMPAS (Sabtu, 26 Maret 2016)

0 comments:

Post a Comment