24.6.16

RINGKASAN ARTIKEL : Revitaslisasi Kali dan Polder Terkendala



Revitalisasi Kali dan Polder Terkendala
Chusnul Rizatul Unsya
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

                Revitalisasi Kali bekasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengatasi banjir. Selain itu juga dilakukan pembangunan polder atau kolam retensi. Namun sampai saat ini program tersebut masih terkendala lahan dan akses. Awalnya pemerintah melakukan normalisasi terlebih dahulu untuk mengantisipasi banjir akibat luapan air sungai. Akan tetapi akses dan alat berat masih susah masuk kawasan sekitar Kali Bekasi. Kondisi ini membuat banjir masih mengancam sejumlah wilayah di Bekasi. Masih rapuh dan rendahnya tanggul ditengarai membuat beberapa kawasan tertentu sangat rawan terkena luapan Kali Bekasi. Hal ini seperti terjadi di Kompleks Pondok Gede Permai, akhir februari lalu.
                Sebenarnya upaya percepatan pembangunan kolam retensi sudah dilakukan namun masih terkendala sejumlah tempat yang menunggu pembebasan lahan dan hibah lahan dari pihak swasta. Lahan menjadi masalah karena menurut data yang tercatat di kawasan tersebut 80% lahan sudah terbangun. Sehingga tidak banyak lahan kosong yang efektif digunakan untuk pembuatan kolam retensi. Sehingga musim penhujan nanti dapat mengurangi resiko banjir di kawasan tersebut.
                Problematika banjir saat ini masih menjadi PR besar untuk para petinggi Jakarta. Termasuk bekasi yang memiliki maslaah pada kali bekasi. Kali ini masalah bukan hanya pada sampah yang menyumbat sungai – sungai karena ulah masyarakat yang berperilaku membuang sampah di sungai. Akan tetapi pemecaha solusi untuk revitalisasi pun ikut menuai masalah yaitu masalah lahan. Seperti yang kita tau kawasan Bekasi juga merupakan kawasan padat penduduk yang tentu tidak memiliki lahan yang cukup untuk pembangunan hal semacam ini.
                Padahal sesuai topografy pembangunan kolam refitalisasi dan memperbanyaknya diyakini menjadi salah satu solusi ampu untuk menyelesaikan masalah banjir Ibu Kota Bekasi karena kawasan ini berada di daerah rendah dengan kemiringan topografi hanya 2 persen.
                Pada kasus diatas kita dapat mempeljari pentingnya pengadaan lahan untuk siklus alam. Tidak semua pembangunan gedung di tingkatkan untuk memajukan infratruktur namun mengesampingkan dampak yang diciptakan nantinya.

Sumber:
Ilo., (2016) Revitalisasi Kali dan Polder Terkendala., Kompas 14 Maret 2016 hal 27

0 comments:

Post a Comment