14.6.16

Ringkasan Artikel : Perusahaan Rokok Melakukan Cara - cara Halus Pengaruhi Masyarakat

Manik Muthmain
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta




TRIBUNJOGJA, SLEMAN - Pemerintah yang telah membatasi peredaran iklan rokok di masyarakat, tidak membuat hilang akal perusahaan rokok untuk memasarkan produknya. Mereka menggunakan cara-cara yang halus yakni melalui program sponsorship dan bantuan sosial (CSR).Dosen asal Universitas Edinburgh Napier Inggris, Dr. Nathalia Tjandra melakukan riset tentang etika pemasaran rokok di Indonesia dengan mengambil sampel dari masyarakat Yogyakarta. "Cara-cara halus seperti itu sulit dideteksi sebagai iklan yang berpengaruh bagi pemerintah sehingga sulit untuk dihentikan. Namun pengaruhnya nyata terutama saat ini perusahaan rokok memang mengincar rokok pemula atau anak-anak," ujar Nathalia kepada Tribun Jogja, Senin (6/6/2016).

Memperingati Hari Tanpa Tembakau, Fakultas Kedokteran UGM mengundang Nathalia untuk mempresentasikan risetnya tentang etika pemasaran rokok tersebut. Nathalia menjelaskan efek cara halus tersebut nyata. Responden penelitian mengungkapkan, walaupun tidak merokok namun saat sudah dewasa ingin merokok seperti idola atlit bulutangkis yang disponsori sebuah perusahaan rokok. Selain itu, fakta penelitian mengungkapkan bahwa promosi perusahaan rokok saat ini berfokus pada anak kecil atau perokok pemula.

"Responden dewasa sudah tidak terpengaruh dengan iklan rokok. Mereka yakin bahwa iklan rokok ditujukan bagi anak kecil karena iklan rokok mengusung ikon maskulin dan keren sehingga ingin ditiru anak-anak," tutur Nathalia. Menurutnya, Pemerintah Indonesia belum serius dalam menangangi peradaran rokok. Pemerintah seolah terjebak pada keuntungan devisa negara yang besar dari perusahaa rokok.


Sumber            : Tribun Jogja | Rabu, 08 Juni 2016

0 comments:

Post a Comment