23.6.16

RINGKASAN ARTIKEL : GEDUNG LAWANG SEWU JADI CAGAR BUDAYA


Murjiwantoro
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta




Pelestarian cagar budaya adalah  upaya untuk mempertahankan keberadaan warisan budaya yang bersifat kebendaan karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan dengan cara melindungi, mengembangkan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, dengan adanya cagar budaya lawang sewu maka perlu adanya pelestarian sebagai wujud kepedulian kita. Gedung Lawang Sewu memang lama tidak digunakan oleh PT KAI karena telah memiliki gedung baru, oleh karena itu ke depan pemanfaatan Lawang Sewu hanya sebatas untuk kepentingan masyarakat, seperti untuk pameran maupun kegiatan lain yang bisa menarik wisatawan. Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran. 




Selama ini gedung Lawang Sewu sering digunakan pameran-pameran untuk menampilkan UKM daerah yang memiliki nilai seni asli daerah tersebut. Dalam menyewakan gedung Lawang Sewu, PT KAI tidak memberikan batasan harga sewa namun setidaknya cukup untuk perawatan gedung. Dalam pengembangan gedung jangan sampai merubah atau merenovasi ulang gedung yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, karena gedung ini mempunyai nilai sejarah dan memiliki seni arsitektur yang tinggi.





Sumber Tulisan : Gedung Lawang Sewu Jadi Cagar Budaya. Kompas, 22 Mei 2008

0 comments:

Post a Comment