18.6.16

MISS LAUNDRY

Part 4
MISS LAUNDRY

SITI ASMAUL HUSNA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Beberapa waktu yang lalu ia merasa sangat jenuh, ia merasa sangat bosan dengan keadaannya. Hingga ia memutuskan untuk pergi dari rumahnya, dengan bekal seadanya ia terus berjalan, semakin jauh dan menjauh. Ia terus berjalan hingga ia merasa sangat lelah, dan waktu semakin larut malam. Terkadang ia merasa takut berjalan sendirian ditengah gelap malam, yang mana jalanan semakin sepi. Namun kejenuhannya mengalahkan rasa takutnya, hingga ia terus saja berjalan. Entah dimana yang menjadi tujuan, ia hanya mengikuti kemana kaki itu melangkah.
Perjalanan yang menghabiskan banyak tenaganya, ia mulai kelelahan, dan dipenghujung rasa lelahnya, ia bertemu dengan seorang laki – laki. Laki – laki itu menawarkan tumpangan kepadanya, namun ia menolaknya, karna ia memang tidak memiliki tujuan hendak kemana. Tetapi laki – laki itu terus memaksa, yang justru membuatnya takut. Melihat ketakutannya laki – laki tersebut berusaha meyakinkan bahwa ia adalah orang yang baik. Hingga suasana mulai mereda, akhirnya ia ikut dengan laki – laki tersebut. Lalu kemudian laki – laki tersebut tahu bahwa ia tidak memiliki tujuan, dan ia mengantarkannya ke suatu tempat.
Tempat yang terasa asing baginya, tempat yang penuh dengan orang – orang yang tidak dikenalnya. Sebuah tempat yang menyerupai masjid, gereja, kuil atau semacamnya. Disitu banyak sekali orang dengan berbagai macam agama dan kepercayaan. Seperti sebuah tempat untuk orang – orang yang tidak tahu arah seperti dirinya. Banyak yang menginap disitu tanpa dipungut biaya, ada orang yang memberikan ceramah, banyak sekali pelajaran yang didapatkan disana.


Bersambung

0 comments:

Post a Comment