18.6.16

MISS LAUNDRY

Part 5
MISS LAUNDRY

SITI ASMAUL HUSNA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Setelah kepergiannya waktu itu, ia mendapat teman baru, yaitu laki – laki yang mengantarkannya ke tempat itu dan mengantarkannya kembali ke rumahnya. Meski ia sempat drop kembali, karna saat ia kembali kerumahnya, tidak ada yang mencarinya, bahkan tidak ada yang tahu bahwa ia pergi dari rumahnya, itu membuatnya merasa tidak berarti. Namun teman barunya itu seperti mulai memberi pengaruh dalam hidupnya. Terlihat begitu bersemangat ketika ia menceritakan tentang laki – laki tersebut. Kini laki – laki itu yang sering kali mengantarkannya pergi berobat. Ia bercerita tentang laki – laki itu yang selalu memujinya. Laki – laki itu bilang bahwa ia adalah wanita yang penuh dengan rizqi, karena setiap kali hendak mengantarkannya pergi berobat, ia selalu mendapatkan rizqi yang lebih.
Kehadiran laki – laki tersebut membuatnya kembali bersemangat, terlukis jelas kebahagiaannya setiap kali ia menceritakan tentang laki – laki itu. Namun setiap kali ditanya mengenai pernikahan, wajahnya mulai berubah, ia merasa malu dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi. Ia juga merasa malu dengan saudara – saudaranya, jika mereka mengetahui tentang laki – laki tersebut. Ia takut dengan olok – olok para tetangga dan saudara – saudaranya. Karena itu ia memilih menyimpannya, meski terlihat jelas laki – laki itu membuatnya merasa ada. Karna bahkan ketika menjemputnya untuk berobat pun, laki – laki itu tidak dibolehkannya menjemputnya dirumah, namun menunggunya dijalan. Begitu pula ketika mengantarnya kembali kerumah, ia hanya diperbolehkan mengantarkannya sampai di jalan menuju kerumahnya. Karena rasa malunya pada para tetangga dan saudaranya, juga umurnya yang tidak muda lagi.


Bersambung

0 comments:

Post a Comment