25.6.16

Memenangkan Persaingan Pasar dalam Bisnis Traveling

Achmad Rusdiyan Yazid
153104101116
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Bagaimana memenangkan persaingan pasar dalam bisnis agen tour dan travel?

Saat ini sedang marak usaha tour dan travel yang menyediakan jasa paket wisata dan liburan di lokasi-lokasi wisata yang diminati. Biasanya destinasi wisata berupa pantai dan gunung. Namun, saat ini juga berkembang model wisata yang beragam, mulai dari wisata museum, wisata sejarah, wisata hantu, dan lainnya. Ini merupakan bentuk kreatifitas dalam menghadapi persaingan bisnis dibidang tour dan travel.

Setelah lama tidak bertemu dengan seorang teman, saya belakangan baru tahu dia sedang terlibat project mengembangkan usaha tour dan travel. Teman saya ini sebagai web developer. Setelah ngalor-ngidul ngobrol. Akhirnya kita sampai pada obrolan tentang bisnis yang sedang digelutinya.

Teman saya mengeluhkan, saat ini banyak sekali pesaing yang jatuh-jatuhan harga paket wisatanya. Mereka bahkan menawarkan harga paket yang menurut teman saya sudah kelewatan murahnya. Saya melihat persaingan bisnis yang tidak sehat disini. Kemudian saya tanya, “Terus bagaimana? Apa yang sudah kalian upayakan untuk bisa bertahan sampai sejauh ini?”

Dari cerita teman saya, saya bisa mengambil sedikit kesimpulan kalau bisnisnya ini lumayan menguntungkan dan termasuk laris peminatnya. Lantas teman saya menjawab, “Ya, kita terus jalan saja, belum ada niat buat nurunin harga.” … “Saya terus berusaha biar website di page atas google.”

Saya mengangguk saja. Saya melihat disini point penting dalam memenangkan persaingan dalam sudut pandang teman saya adalah dengan memenangkan posisi untuk mempermudah pelanggan melihat dan mengakses informasi dari situsnya.

Teman saya melanjutkan, “Saya mikirnya, kalau web saya bisa diatas kan otomatis yang lain (yang lebih murah) tidak kelihatan.” .. “Biar gak semakin hancur pasaran, syukur-syukur bisa naik pasarannya.” Lanjut teman saya.

Ya benar sekali, ketika posisi kita sudah di posisi yang paling terlihat oleh konsumen ditambah mudah diakses oleh konsumen. Maka kemungkinan konsumen untuk melihat dan mengakses situs orang lain semakin minim. Meskipun begitu calon pelanggan juga seringkali mencari referensi lain sebagai perbandingan.

Calon pelanggan biasanya akan membandingkan harga, fasilitas, pengalaman yang pernah menggunakan jasa agen, dan lain sebagainya. Ini yang perlu diperhatikan para pelaku bisnis tour dan travel. Selain posisi dan kemudahan akses calon pelanggan, juga perlu disertakan informasi yang lengkap.

Informasi yang bisa disampaikan seperti fasilitas, harga, testimony, dan lain sebagainya. Termasuk juga gambar-gambar yang bagus di tempat wisata. Informasi-informasi mengenai destinasi yang akan dikunjungi. Informasi bisa berupa budaya lokal, spot-spot yang menarik, dan sisi-sisi unik lainnya. Sebisa mungkin semua konten dibuat sendiri bukan dari sumber lain atau copy-paste.

Selain itu, perlu juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal. Seperti membantu pembangunan ruang desa, menjadi tenaga pengajar, melakukan bersih pantai atau gunung, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ini bisa menambah nilai positif untuk bisnis tour dan travelmu.

Tentu saja kegiatan-kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan dengan tujuan untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bukan malah memanfaatkan masyarakat setempat untuk kepentingan bisnis. Alangkah baik jika bisa saling menguntungkan satu sama lain.

Saya meyakini; beri manfaat dulu (buat pelanggan dan masyarakat) maka rejeki akan mengikutinya.


0 comments:

Post a Comment