14.6.16

Hal Paling Penting dalam Bisnis Kuliner

Achmad Rusdiyan Yazid
153104101116
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

“Yang paling penting dalam bisnis makanan atau minuman itu rasa. Marketing dan hal-hal lain tidak akan berguna jika rasa produkmu buruk.” – Seorang Kuliner Enthusiast
Hampir semua orang tahu bahwa bisnis makanan atau minuman adalah salah satu bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak, semua makhluk hidup perlu makan. Normalnya, manusia makan 3x sehari. Pangan menjadi salah satu kebutuhan premier manusia.
Seorang teman saya yang hobi kulineran pernah suatu ketika mengungkapkan, “Yang paling penting dalam bisnis makanan atau minuman itu rasa. Marketing dan hal-hal lain tidak akan berguna jika rasa produkmu buruk.” Waktu itu kita memang sedang berdiskusi mengenai bisnis kuliner dan peluangnya.
Menurutnya, “Jika makananmu enak orang akan otomatis merekomendasikan tempatmu tanpa perlu di stimulus.” Dia melanjutkan, “Ini adalah salah satu cara marketing terbaik di bidang kuliner; getok tular.” Saya sepakat dengan teman saya. Karena saya juga sering merekomendasikan tempat makan yang menurut saya enak. Lagian, ketika saya merekomendasikan dan orang lain juga sependapat dengan saya setelah mencoba. Saya merasa selara saya cukup baik.
Artinya, menurut saya makanan enak itu obyektif. Meskipun banyak orang bilang kalau makanan itu soal selera, relatif. Namun, toh banyak rumah makan yang ramai karena memang terkenal karena kelezatan masakannya. Sampai iklan-iklan bumbu di televisi pun dibuat untuk meyakinkan bahwa dengan menggunakan bumbu produknya masakan akan menjadi enak. Tujuannya jelas untuk mendorong orang mencoba produknya. Karena tidak semua orang bisa memasak enak sehingga perlu bantuan produk bumbu tersebut untuk membuat masakan enak.
Kembali ke obrolan saya dengan teman saya. Obrolan kami selanjutnya mengarah pada teknis marketing untuk bisnis kuliner. Bagaimana membuat bisnis kuliner bisa ramai ? tentunya, setelah yakin kalau produk kita enak. Jawabannya, “Untuk awal, sebaiknya jangan pasang harga yang terlalu mahal, tapi juga jangan terlalu murah.” …. “Karena dengan harga standard pun kalau produkmu enak orang akan tetap bilang murah.” Lanjutnya.
Sekali lagi saya sepakat dengannya, masakan enak selalu identik dengan mahal. Sehingga, ketika ada makanan dengan harga standard tapi enak, langsung deh saya anggap makanan itu murah. Ada value produk disana yang tidak dimiliki produk dengan harga yang sama. Enak dan murah, dua hal yang susah ditolak calon pelanggan. Efeknya, dalam waktu dekat tempat makan akan ramai dan dicari konsumen.
Tentu saja banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar bisnis kuliner bisa terus tumbuh dan berkembang. Beberapa hal tersebut misal; pelayanan yang baik, lokasi yang mudah dijangkau, menu yang konsisten, dan rasa makanan yang tetap terjaga.
Salam jajan enak.



0 comments:

Post a Comment