18.6.16

Gambut Berizin rawan di bongkar

Gambut Berizin rawan di bongkar
Fiki Fatimah
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta




Badan Restorasi Gambut memetakan 4,4 juta hektar rawa gambut dalam kondisi utuh, tetapi masih bermasalah dalam perizinan. Apabila tak dimoratorium, lahan itu rawan dibongkar karena pemegang konsesi berhak menjadikannya sebagai lahan budidaya. Hutan gambut itu diusulkan segera dilindungi melalui skema moratorium. 

moratorium itu akan diberlakukan, alasannya karena masih menunggu surat edaran secara resmi dari Pemerintah Pusat. "Yang jelas sesuai perintah pak Presiden, tentunya akan kami tindaklanjuti untuk menyetop segala hal yang berkenaan dengan perizinan perkebunan di lahan gambut tersebut.


 Dengan adanya perkebunan dilahan gambut maka pihak perusahaan akan membangun kanal yang dampaknya bisa mengakibatkan lahan gambut menjadi kering, sementara lahan gambut harus selalu dalam kondisi basah agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau tiba.
"Untuk langkah antisipasi dan penanganan kebakaran lahan dan hutan, kami sudah menyiapkan strategi khusus agar peristiwa yang terjadi pada tahun ini tidak kembali terulang, apalagi hampir 90 persen lahan di Tanjabtim terdiri dari lahan gambut yang rawan terhadap kebakaran.

Restorasi ini terjadi di jambi pada tahun 2011,menyesuaikan instruksi presiden nomor 8 tahun 2015 tentang penundaan pemberian izin baru dan peneyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambit.


Sumber : ICH , (2016), Gambut Berizin rawan di bongkar , Kompas 18 Juni 2016, Hal : 14

0 comments:

Post a Comment