24.6.16

DPRD Soroti Rendahnya Serapan

Ringkasan Artikel : DPRD Soroti Rendahnya Serapan


Antoni Firdaus
Fakultas Psikolgi

Badan Anggaran (Banggar) DPRD akan menyampaikan hasil kajian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2014 Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) besok (20/4). LKPJ gubernur sebelumnya telah diterima anggota dewan dalam rapat paripurna pada 6 April 2015. "Besok kita akan gelar rapat pimpinan gabungan, fraksi, komisi, dan pimpinan dewan membahas soal LKPJ," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik saat dihubungi, Minggu (19/4) siang. Secara keseluruhan, dewan telah selesai membahas LKPJ. Ada beberapa problem yang menjadi sorotan dewan, yakni soal penyerapan anggaran dan target income gubernur. "Saya kira serapan rendah dan target pendapatan tidak tercapai," ujar Taufik.

Politikus Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, penyerapan tahun 2014 adalah yang paling kecil sepanjang sejarah DKI. Yakni, hanya di bawah 40 persen dari Rp 72,9 triliun. Sorotan lain adalah tidak tercapainya target income dengan adanya defisit Rp 20 triliun. Menurut wakil ketua Banggar itu, masih adanya defisit itu menunjukkan bahwa gubernur tidak memiliki perencanaan yang matang. Kendati demikian, kewenangan DPRD hanya memberikan penilaian atas LKPJ Gubernur. Tidak ada rapor merah atau hitam, kewenangan menerima, menolak atau pun memberikan sanksi. Kajian dewan hanya sebatas rekomendasi agar terbuka dan selanjutnya publik yang akan menilai. Kemudian, gubernur dapat melakukan perbaikan pada anggaran tahun depan. (Dedi Yondra/fal)

Sumber: Kompas, 19 Desember 2015, Hal. 25

0 comments:

Post a Comment