21.6.16

BANK SAMPAH: HAL YANG TERLIHAT MUDAH NAMUN SULIT DILAKUKAN
Muhammad Duha Saputra Kusnadi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Semester 4 ini kami Mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mendapatkan mata kuliah “Psikologi Lingkungan” yang wajib diambil oleh mahasiswa semester 4. Awalnya saya juga merasa “untuk apa sih ada mata kuliah ini di Prodi Psikologi?”. Minggu pertama masuk mata kuliah Psikologi Lingkungan yang mana dosen pengampu mata kuliah ini adalah Ibu Arundati Shinta salah satu dosen yang Super Bagus dan Baiknya kepada Mahasiswa dalam Hal
Nilai dengan Catatan adalah seluruh tugas diselesaikan “Padahal tugas ya Super juga” >_<.. Kami diminta untuk menulis disebuah buku catatan dimana itu adalah perjanjian antara dosen dengan mahasiswa mata kuliah Psikologi Lingkungan selama berlangsungnya perkuliahan dari awal hingga UAS selesai.
Salah satu point dari perjanjian adalah mahasiswa diminta untuk mengumpulkan sampah yang dimana sampah itu harus disetor ke Bank sampah dengan minimal adalah 4 kali setor / menabung di Bank sampah. Ada beberapa tempat yang bisa menjadi tempat setor sampah salah satunya adalah di Kauman (Alun-Alun Utara Yogyakarta). Bank Sampah di Kauman buka hanya di hari Jum’at dari jam 08.00-10.00 saja. Hal mengumpulkan sampah dimana setor seminggu sekali bukankah mudah?

Awalnya saya pun berfikiran mudah sekali tugas yang satu ini mengumpulkan sampah dan disetor hanya seminggu sekali tetapi berjalannya waktu dari awal perkuliahan saya baru sempat menabung pertama kali di Kauman adalah 25 Maret 2016 dimana itu saya datang juga jam setengah 10 pagi (30 menit sebelum tutup) :D. Pertama kali saya datang itu bersama dengan 2 teman kelas saya yaitu Chusnul rizatul unsha dan Sri Mulyaningsih. Kami bertiga datang bersama itupun harus ijin dari tempat kerja masing-masing yang ijin pun tidak semudah itu bisa keluar dari tempat kerja untuk pergi ke Kauman. Setelah sampai di Kauman karena saya dengan Unsha baru pertama kali datang kami berdua diminta mengisi data di buku yang sudah disediakan. Sampah yang saya bawa pun hanya berupa botol bekas dengan botol sampo bekas yang tidak begitu banyak dan ternyata itu semua berharga lumayan besar juga.
Setelah itu saya berfikir ternyata barang yang sudah tidak terpakai hanya sedikit saja bisa dihargai lumayan besar. Dari saat itulah saya rajin mengumpulkan barang-barang bekas dari botol plastik bekas namun disitu saya merasa antara senang dan susah, saya senang karena bisa mengumpulkan botol plastik bekas tersebut lumayan banyak tapi susahnya adalah waktu untuk saya bisa datang ke Kauman itulah yang sulit karena jum’at masih jam kerja apa lagi Kauman buka hanya jam 08.00-10.00.
Dari sinilah saya belajar ternyata Psikologi Lingkungan ada manfaatnya juga untuk kehidupan sehari-hari dimana sampah yang biasa dibuang begitu saja seperti botol plastik bekas minum jika dikumpulkan dan dijual ke Bank Sampah di Kauman itu bisa bernilai besar. Dan pelajaran yang berharga sekali adalah Mengumpulkan dan Menabung di Bank Sampah merupakan hal yang bisa dibilang MUDAH DILAKUKAN tetapi kenyataannya saat melakukan hal tersebut ini menjadi seusatu yang SULIT DILAKUKAN terutama bagi saya sendiri dan teman-teman yang bekerja untuk meminta ijin dari tempat kerja.

Walaupun mata kuliah Psikologi Lingkungan telah berakhir tetapi bagi saya sendiri mengumpulkan sampah dan menabung di Bank Sampah itu BELUM BERAKHIR karena di Kauman akan selalu siap menampung Sampah yang masih berharga dan bisa digunakan atau daur ulang. Jadi mari kita kumpulkan sampah-sampah seperti botol plastik bekas minum, kardus, kertas dan sebagainya, kita Tabung itu semua di Bank Sampah Kauman yang buka setiap Jum’at dari jam 08.00-10.00 pagi.


0 comments:

Post a Comment