26.6.16

RESENSI ARTIKEL: 3 Stops to Change Your Life Completely


Melinda Rahail
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Perubahan tahun terjadi sangat cepat, dalam hitungan beberapa hari ke depan kita sudah memasuki tahun yang baru lagi. Waktu berlalu memang sangat cepat dan sering kali melebihi kemampuan diri memahami, memaknai, dan merasakan.

Apakah anda masih mengingat secara jelas dan persis apa yang terjadi pada anda 15 tahun yang lalu? Jika itu sulit, bisa dibayangkan kesulitan apa lagi yang akan terjadi 15 tahun ke depan. Bukankah demikian? Semuanya serba tidak pasti

Obat ketidakpastian masa depan, hari esok dan tahun baru adalah keyakinan. Anda pasti kebingungan dengan masa depan anda, bagaimana memulai karir baru, bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup, bagaimana cara agar mendapat uang untuk melunasi utang-utang, dsb. Jawabannya adalah : Apakah anda sudah punya keyakinan terhadap diri sendiri? Apa anda sudah yakin dengan dua hal yang selalu jadi tawaran masa depan yakni : Harapan dan Kesempatan? Jika jawaban anda “ya” , maka anda hanya perlu mengingat 3 stop berikut ini :


First, stop comparing yourself with others. Setiap orang punya cerita hidup sendiri, kekuatan tersendiri dan misi hidup masing-masing. Tidak ada ada orang yang sama, sekalipun kembaran. Setiap orang yang lahir punya keistimewaan tersendiri, jadi untuk apa membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Apa mungkin jika membandingkan apel dengan kambing? Lagi pula kadang yang kita perbandingkan adalah keburukan kita dan hal yang terbaik dari mereka. Itu adalah pemikiran yang pincang, tidak akan pernah ada untung dan manfaat yang kita peroleh jika terus membuat perbandingan antara kita dengan orang lain apalagi dengan pemikiran pincang

Second, stop letting your past defines your future. Mengingat masa lalu sangat baik untuk bersyukur, , belajar dan bersabar. Tidak hanya mengenai masa lalu kita tapi juga masa lalu orang lain -siapapun dia. Namun, tidak ada satupun dari masa lalu yang bisa diubah, diperbaiki dan dikoreksi oleh siapapun -paling tidak hingga mesin waktu ditemukan. Itupun juga belum tentu praktis.
Dibesarkan di keluarga broken home? Pernah gagal dalam membina rumah tangga? Tempo hari sempat menutup usaha karena bangkrut? Semua itu terjadi  pada masa lalu. Masa depan menawarkan sesuatu yang sungguh berbeda, tergantung pada perilaku dan tindakan kita sekarang. Learn from the past. Live in the present. And expect a bright future, always.



Lastly, stop saying “I Don’t Know” – sejujurnya ini salah satu fakta yang paling mengganggu tentang bangsa kita, orang Indonesia. Kalimat: “Saya tidak tahu” sering kali mengantarkan kita pada pola pikir pasif, lepas tangan dan tidak pedulian. Jika dibiarkan, bisa jadi sangat berbahaya untuk proses tumbuh kembang diri. Jadi, sebelum berkata “saya tidak tahu ……” sebaiknya mengajukan pertanyaan “siapa yang saya kenal yang bisa membantu saya untuk …….”

Seperti  : hindari kalimat ini pada diri anda  “saya tidak bisa belajar mengasah kepekaan dan empati yang tinggi kepada orang lain”, mengapa kalimat tersebut harus dihindari? Menurut Ibrahim Elfiky, jika anda mengatakan hal tersebut pada diri anda maka anda sudah memberikan sinyal pada diri anda bahwa anda tidak bisa melakukannya. Hindari pula pertanyaan mengapa yang menjebak, seperti : “mengapa saya tidak bisa belajar mengasah kepekaan dan empati yang tinggi kepada orang lain?”. Ingat, jangan pernah memberikan batasan pada diri anda sendiri. Sebaiknya, anda katakan pada diri anda “siapa yang saya kenal yang bisa membantu saya untuk belajar mengasah kepekaan dan empati yang tinggi kepada orang lain”  atau  “bagaimana cara agar saya bisa belajar mengasah kepekaan dan empati yang tinggi kepada orang lain?”. Jangan berhenti sampai di situ, biarkan otak anda bekerja, ia akan memberikan anda jutaan jawaban dan segalanya akan menjadi lebih mudah



Sumber:    Ibrahim Elfiky (2014). Rahasia Kekuatan Pribadi. Jakarta, Zaman

                 RenĂ© Suhardono (2016). Kompas, 19 Desember 2015, halaman 35
                   



0 comments:

Post a Comment