22.4.16

psikologi lingkungan : Kebakaran Hutan Titik Api Terpantau di Sejumlah Lokasi di Kalbar

Kebakaran Hutan
Titik Api Terpantau di Sejumlah Lokasi di Kalbar
Psikologi Lingkungan
Fiki Fatimah
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
29 Maret 2016
PONTIANAK, KOMPAS — Titik api terpantau di sejumlah lokasi lahan gambut di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (28/3) pagi. Titik api yang mengeluarkan kabut asap tipis dan bau menyengat itu berada di tengah hutan sehingga sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dahulu Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia karena memiliki area hutan yang sangat luas. Hutan dianggap memiliki peran sentral sebagai penghasil oksigen bagi umat manusia. Sayangnya, kasus kebakaran hutan yang melanda Indonesia membuat area hutan di Indonesia makin menyempit. Negara bahkan mengalami kerugian materiil mencapai 200 trilyun rupiah. Jumlah yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan kerugian-kerugian dalam kasus manapun.
Berikut adalah Penyebab Kebakaran Hutan dan Cara Penanggulangannya :
1. Kebakaran yang Disebabkan oleh Alam
  • Musim kemarau panjang.
  • Sambaran petir.
  • Aktivitas vulkanis.
  • Ground fire. Ground fire merupakan kebakaran yang terjadi di dalam lapisan tanah.
2. Kebakaran yang Disebabkan Kesengajaan Manusia
  • Pembakaran lahan tidak terkendali akan memberikan dampak akibat hutan gundul.
  • Konflik antara perusahaan dan masyarakat pemilik lahan.
  • Protes oleh penduduk lokal. Penduduk lokal yang merasa lahannya direbut juga sering melakukan pembakaran lahan sebagai bentuk protes karena perusahaan perkebunan merebut lahan milik mereka.
  • Faktor ekonomi masyarakat lokal.
  • Kurangnya penegakan hukum.
  • Meninggalkan bekas api unggun atau membuang puntung rokok di hutan
Dampak Kebakaran Hutan
  • Bencana banjir yang melanda terjadi karena hutan mengalami kebakaran dan berakibat pada gundulnya hutan sehingga tidak mampu menyimpan cadangan air saat musim penghujan yang akan menjadi penyebab tanah longsor juga.
  • Musnahnya flora dan fauna yang hidup di hutan.
  • Tersebarnya emisi gas karbondioksida ke udara. Asap yang timbul akibat kebakaran hutan dalam skala besar menguap ke lapisan atmosfer dan berpotensi menyebabkan pemanasan global.
  • Bahan baku industri yang menggunakan kayu atau bahan lain dari hutan akan berkurang jumlahnya karena hutan yang terbakar.
  • Asap dari pembakaran hutan dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA dan membuat jarak pandang menjadi berkurang karena kabut asap.
  • Kebakaran juga dapat menyebabkan berkurangnya sumber air sehingga kekeringan bisa menjadi bencana yang mengikuti kebakaran hutan.
Cara Menanggulangi Kebakaran Hutan
Beberapa cara yang cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi kebakaran hutan antara lain:
  • Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api yang cukup tinggi yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan. Wilayah titik api ini harus diperhatikan ketika kemarau panjang terjadi.
  • Tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan.
  • Tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan.
  • Tidak meninggalkan api unggun dalam hutan. Api unggun harus dipadamkan terlebih dahulu jika ingin meninggalkan hutan.
  • Melakukan patroli hutan secara berkala untuk mengecek kondisi hutan.
  • Melakukan pemotretan citra secara berkala terutama di wilayah dengan titik api yang tinggi.
  • Menyediakan mobil pemadam kebakaran yang siap untuk digunakan.
  • Apabila terjadi kebakaran hutan berskala kecil, maka lakukan penyemprotan secara langsung ke daerah yang terbakar.
  • Jika kebakaran terjadi dalam skala besar, maka lakukan penyemprotan air dari udara menggunakan helikopter juga membuat hujan buatan. (baca : jenis jenis hujan)

0 comments:

Post a Comment