23.3.16

RINGKASAN ARTIKEL : DORONG PELAKU USAHA BENTUK KOPERASI

DORONG PELAKU USAHA BENTUK KOPERASI

WAHYU RELISA NINGRUM
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA


Dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),  Dinas koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kulonprogo mendorong para pelaku usaha untuk membentuk koperasi, Hal ini bertujuan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap kuat dalam menghadapi tantangan MEA dan memudahkan dalam melakukan perencanaan produksi sampai dengan pemasaran produknya.
Menurut Sri Harmintarti selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo menjelaskan bahwa jumlah pelaku usaha kategori UMKM sekitar 33.754 (berasal dari berbagai sektor usaha). Produk unggulan yang dihasilkan adalah batik, kopi, gula kelapa, gula semut serta kerajinan tas.

Untuk mendukung tujuan tersebut, maka para pelaku usaha harus bergabung dalam koperasi. Dengan bergabung, para pelaku usaha mempunyai keuntungan antara lain dapat menyalurkan produk yang dihasilkan ke toko milik rakyat (Tomira) dan ke toko modern lainnya, dapat sharing informasi, dapat menghindari persaingan antar pelaku usaha, unit usaha akan memiliki landasan koperasi berbadan hukum, dan lebih memudahkan dalam melobi toko modern dalam kegiatan penyaluran produknya.
Menurut Sutanto (2016) selaku Sekjen Koperasi Binangun Sejati, mengatakan bahwa para pelaku usaha harus melakukan pemasaran secara e-commerce. Tapi hal tersebut masih terkendala karena para pelaku usaha masih melakukan pemasaran lewat off line. Sehingga diperlukan usaha untuk mengikuti berbagai pelatihan jualan online dan selalu mencari informasi bersama-sama.


Sumber tulisan : (Ose), Tribun Jogja, 30 Januari 2016.

0 comments:

Post a Comment