20.3.16

PERJUANGAN DALAM MENGAYUH BECAK SEBAGAI PENGHIDUPAN

PERJUANGAN DALAM MENGAYUH BECAK SEBAGAI PENGHIDUPAN

IRNANINGSIH
FAKULTAS PSIKOLOGI 
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 
YOGYAKARTA

Bangun di waktu nyenyak tidur bukanlah hal berat bagi pak Wahyono. Pria berusia 55 tahun ini memberi inspirasi yang luar biasa bagi saya. Di saat orang-orang menarik selimutnya dan mengekap erat gulingnya, pak wahyono segera bangun pukul 03.00 untuk mengais rejeki di jalanan. Rutinitas ini sudah Ia jalani selama kurang lebih 27 tahun.Setiap pagi ia mengantar ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar Beringharjo, dan harus pulang kembali sebelum anak-anak berangkat sekolah.
Setelah mengantar anak-anak pak Wahyono kembali beraktifitas mengais rejeki di jalanan. Dan aktifitas ini pun tanpa di awali dengan sarapan pagi layaknya para pegawai kantoran. Sederhana saja cita -cita dan mimpi dari pak Wahyono, yaitu bisa menyekolahkan ke 3 anaknya. Dan yang lebih salut lagi meskipun ia tinggal di gubuk yang berdinding bambu, ia pantang menggunakan KMS ( Kartu Menuju Sejahtera ) yang di berikan oleh pemerintah. Ia berprinsip " kontribusi apa yang bisa ia berikan kepada negara sebagai seorang miskin / tukang becak" tentunya sebagai warga yang baik ia juga ingin ikut membangun negara. Salah satunya dengan bekerja keras agar tidak menjadi beban bagi negara tercinta.

bersambung.......

5 comments:

  1. keberuntungan datang karena Bekerja keras

    ReplyDelete
  2. Sabar lan legowo kuncine :) tetep bekerja keras dan tetap berdoa. Keluarga juga berperan penting sebagai semangat pejantan tangguhnya utk tetap bekerja. Semoga bapaknya dan juga anggota keluarganya diberikan kesehatan dan rejeki yg lancar dan barokah . Amien *semangat Mbk Erna dan kawan2 semuanya.

    ReplyDelete