28.3.16

PEREMPUAN TIDAK BOLEH BEKERJA ? SIAPA BILANG WANITA LEMAH?
WANITA JUGA BOLEH TANGGUH SEPERTI HALNYA PRIA

Deliana Vicria Nurachyani
Fakultas Psikologi
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Melihat mainstream pemikiran sekarang ini sepertinya perempuan ingin diperlakukan sama atau setara dengan laki-laki. Jadi jika laki-laki boleh bekerja maka perempuan juga ingin keluar rumah untuk bekerja. Apakah pemikiran ini tepat? Apakah pemikiran ini menggambarkan kesetaraan jender ?
Tidak ada salahnya jika wanita juga ikut bekerja, apalagi jika wanita tersebut sudah menikah. Mayoritas alasan wanita yang telah berumah tangga tetap bekerja adalah masalah ekonomi dalam keluarganya. Memang hal ini dilakoni untuk membantu suami karena dengan bekerja maka ada tambahan penghasilan karen gaji suami yang kurang mencukupi. Meskipun begitu wanita bertanggungjawab besar terhadap peran gandanya yang dipikul seorang istri yang bekerja untuk membantu suami. Bukan hanya alasan untuk membantu suami saja, namun ada beberapa alasan yang lain mengapa wanita yang telah berkeluarga tetap bekerja ? alasannya yaitu, wanita yang single parent entah hanya ia seorang yang bekerja dalam keluarganya karena telah ditinggal suami entah karena meninggal atau bercerai.
Untuk mengetahui seberapa tangguhnya wanita yang bekeluarga ini tetap bekerja, saya akan mewawancarai seorang wanita pekerja keras dan juga tangguh ini selama 10 minggu.

MINGGU PERTAMA:
KENDALANYA DAN JUGA TIMBULNYA RASA SIMPATIK
            Saya selalu memperhatikannya bahkan saya sempat takjub akan ibu di perempatan sana. Ya ... tak jarang atau bahkan setiap hari saya selalu melihatnya di perempatan itu, arah ke tempat kerjaku inilah yang menjadi alasan kenapa saya selalu melewati perempatan tersebut. Perempatan Timoho disitulah ibu itu selalu ada di setiap pagi menjelang, berjualan koran adalah profesinya di pagi hari.
            Sebelum adanya tugas Psikologi Industri ini saya sering sekali memantau ibu ini berjualan, hampir setiap hari ibu ini menjajakan dagangannya. Senyum dan keramahan ibu ini selalu menghiasai raut wajahnya yang tak jarang sinar matahari dipagi hari menyorotkan sisi ketangguhan dan kerja kerasnya.
            Pagi itu di minggu pertama saya berniat untuk membeli sebuah koran sekaligus meminta ijin untuk mewawancarai ibu tersebut. Saya tahu jika wawancara pada saat ibu tersebut sedang bekerja bukanlah waktu yang tepat karena saya pernah mencobannya hasilnya tentu saja nihil, ibu ini menawarkan untuk lain waktu atau saat ibu ini sudah selesai bekerja. Dengan perasaan yang sangat berat akhirnya saya pulang tanpa perkenalan darinya. Saya mencoba di minggu kedua untuk menegaskan kembali dan meyakinkan bahwa saya ingin lebih mengenal beliau dan ingin mewawancarainya, oleh karenanya saya menanyainya apakah beliau bersedia jika saya meawancarainya? Dan alhamdullilah ternyata ibu tersebut berkenan memberikan waktunya untuk saya dalam mewawancarainya namun jangan hari ini karena beliau sedang berjualan.
            

0 comments:

Post a Comment