28.3.16

Keramahan Pak Yanto Terhadap Para Pelangganya


FADLY AMIN
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 yogyakarta

Part .3
 Keramahan Pak Yanto Terhadap Para Pelangganya  
Sore hari sekitar jam 17.00 tepatnya hari minggu 27  maret 2016,setelah pulang kuliah  saya kembali mengunjungi warung  warmindo milik pak Yanto. Selain itu  sebenarnya saya  juga berniat untuk mengetahui serta mencari tahu lagi  akan  cerita dan pengalaman-pengalaman berharga dalam hidup  pak Yanto selanjutnya, yang pernah di alaminya sampai saat ini.
Kebetulan di sore itu Warung warmindo milik pak Yanto sedang dalam situasi ramai pembeli ada sekitar 9 orang dan sekitar 20 lebih pesanan makanan  yang mengantri  harus dibuat oleh pak yanto di sore itu. Disitulah kesabaran saya juga di uji untuk belajar tertib antri. Perasaan Lapar, haus , harus saya tahan sekejap. Namun dari hal itulah saya bisa mengambil sebuah hikmah dan pelajaran tentang pentingnya sebuah kesabaran dalam mengantri dan hal apapun juga.
Sembari mengantri , saya mencoba untuk melakukan sebuah pengamatan/observasi terhadap pak yanto  ,  saya sangat takjub ketika menyaksikan serta melihat tentang bagaimana cara pak yanto yang dengan penuh kesabaran , ketelatenan ,kecekatan dan dengan  kecakapanya melayani para pelangganya......  
Gerak  kedua lengan dan tanganya  seakan tak terhenti,  ketika  ada seorang pelanggan yang datang ke warung miliknya dan memesan  menu makanan/minuman, Dengan Cekatanya  pak yanto langsung menyapa ,mempersilahkan masuk dan menanyakan pesanan makanan/minuman  apa kiranya yang di inginkan oleh para pelangganya tersebut……… sesekali ada pelanggan yang meminta agar makananya di bungkus  untuk  di makan dirumah, Ada juga seorang pelanggan yang minta agar rasa makananya tidak terlalu pedas, atau minumanya yang terlalu manis atau kurang manis  dan ada juga  pelanggan yang  minta agar di buatkan menu makanan  sesuai  selera dan racikanya sendiri,  namun pak Yanto yang di minta membuatkan….  Di situlah Ketelitian dan ketelatenan pak yanto di uji.
Dengan sebuah Senyuman  dan sapaan dalam bibirnya terucap kata yang penuh dengan kesantunan  ``, Monggo pinarak  bade ngresaaken maem nopo nggih pak/bu/mas/mbak , ??  ...Di Tenggo Sekedap Inggih  ``  (mari silahkan pak/bu , di tunggu sebentar ya pak/bu/mas/mbak  )….. Sembari meminta agar pelangganya untuk duduk atau lesehan diatas tikar yang telah disediakan oleh pak yanto ,sambil menunggu makanan yang akan dibuatnya , pak yanto juga tidak lupa untuk menawarkan segelas minuman kepada para pelangganya `` Pak /Bu/Mas Ngunjuipun  Nopo inggih, ajeng   Es Teh, Es Jeruk, Juice ,lan minuman sachetan, puniko monngo di pilih kyambek nggih pak ajeng sek pundi`` ?? ( Pak Bu Mau Minum apa ya, ada Es Teh, Es Jeruk, Juice dan Berbagai macam minuman Sachetan lainya silahkan di pilih sendiri ya pak mau yang mana nanti langsung saya buatkan )…….
Begitulah lantunan Bahasa santun  yang sesekali  sering saya dengar dari sebuah bibir yang penuh dengan   keramah- tamahan dari pak Yanto ketika bertemu sapa dengan para pelangganya di sore itu. Memang Kata yang kelihatan sangat sederhana ,namun bahasa itu telah cukup membuat para pelangganya setia dan dengan penuh kesabaran  menunggu makanan yang sedang di buatkan oleh pak yanto.
Di sore itu juga saya bisa mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga dari pak yanto, betapa pentingnya sebuah kesabaran  dan keramah tamahan dalam sebuah pemberian pelayanan terhadap seorang pelanggan/konsumen…….

bersambung......


0 comments:

Post a Comment