12.1.16

RINGKASAN ARTIKEL : HADIAH TERINDAH BAGI KITA



Sri Mulyaningsih
Universitas Proklamasi ’45 Yogyakarta


Hadiah merupakan pemberian yang selalu ditunggu setiap individu. Moment-moment tertentu terkadang menyertakan hadiah sebagai pelengkap.  Wujud dari hadiah beraneka ragam, misalkan kenaikan jabatan, barang bermerk, voucher belanja, bahkan hanya sebuah pujian mampu menjadi hadiah yang indah dan terkenang.


Dalam dunia kerja hadiah sangat mungkin diberikan. Sebagai apresiasi atas kinerja yang telah dicapai. Hadiah biasa diberikan oleh pimpinan kepada bawahannya atas potensi yang diberikan kepada perusahaan sebagai dediaksi menuju misi yang telah terancang sebelumnya.

Namun masih banyak yang kurang mensyukuri nikmat dalam menerima pemberian atau hadiah. CUMA segini, CUMA itu, CUMA terimakasih, dsb. Dibalik kata Cuma terselip makna kurang bersyukur dengan apa yang telah diterima. Ada beberapa makna yang tersirat dari sebuah pemberian yang kita sebut sebagai hadiah. Pertama hadiah diberikan dengan maksud yang baik, contoh karena apresiasi atas sebuah perstasi yang telah dilakukan. Kedua, hadiah diberikan karena rasa kepedulian, seperti pemberian logistic kepada korban bencana alam. Ketiga, hadiah diberikan karena ingin membuat senang yang menerima. Seperti karyawan memberikan surprise kepada atasannya ketika hari lahirnya yang mungkin sepele namun berkesan. Keempat, mempererat jalinan pertemanan, persahabatan, relationship, dll. Sesama pengusaha atau pun lingkup yang masih kecil, antar karyawan dapat bertukar hadian agar lebih menambah keintiman diantaranya. Keintiman akan berimbas pada kinerja yang meningkat dalam sebuah tim kerja. Kelima, kado sering diberikan karena rasa cinta dan kasih sayang, terakhir, kado diberikan sering menyita pikiran, waktu dan bahkan tenaga karena memerlukan persiapan bahkan pengorbanan.

Kembali lagi hadiah merupakan apresiasi sebuah perusahaan kepada karyawan atas apa yang telah diberikan kepada organisasi. Bertujuan untuk meningkatkan lagi kinerja dari sebelumnya karena usahanya telah dilihat dan diapresiasikan.

Sumber: Magdalena Sukartono, Hadiah Terindah Bagi Kita, Bernas, 21 November 2015, Hal:10

0 comments:

Post a Comment