12.1.16

Ringkasan Artikel : Burnout, Bisa Jadi Tahap Awal Depresi



Sri Mulyaningsih
Universitas Proklamasi ’45 Yogyakarta

Dalam menjalani kegiatan sehari-hari seperti bekerja, kita kerap mendapati berbagai masalah yang mungkin saja dapat menjadi penghambat atau kendala. Diantara banyaknya masalah dalam pekerjaan, tahukah Anda bahwa salah satunya adalah burnout?
Burnout adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa stres dan lelah, karena pekerjaan yang dijalani. "Burnout adalah awal dari depresi," begitu kata seorang psikolog di University of California Berkeley.
Seperti yang dilansir dari prevention.com, burnout terjadi karena kelelahan yang berlebih hingga menyebabkan hilangnya gairah dalam bekerja.

Michael Leiter, PhD seorang psikolog organisasi dari Acadia University di Kanada mengungapkan ada 3 kriteria dari burnout, yaitu exhaustion, cynicism dan inefficacy.
Kelelahan (exhaustion) pada seseorang yang sedang burnout dapat berupa fisik maupun mental, sehingga sulit untuk berpikir jernih dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.
Selain itu, tidak adanya koneksi secara emosional dengan rekan kerja juga menjadi penyebab munculnya burnout dan ini termasuk kriteria cycinism. Mereka cenderung menarik diri dan tidak bersosialisasi dengan rekan kerja yang lain.
Dan yang terakhir adalah hilangnya kepercayaan diri dalam bekerja, sehingga tidak efektif dalam melakukan suatu pekerjaan.
Yang harus dilakukan jika mengalami burnout?
Leiter menganjurkan untuk melakukan terapi perilaku kognitif (CBT) dan mengonsumsi obat. Seorang terapis akan membantu Anda untuk mengidentifikasi masalah yang ada di pekerjaan. Mulai dari managemen yang buruk atau harapan yang tidak sesuai.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah, bertemu dengan orang baru dan mengubah cara dan gaya berkomunikasi dengan rekan kerja. Sehingga, mereka juga mudah berkomunikasi dengan Anda. (Mutha Zulfa)






0 comments:

Post a Comment