7.1.16

Ringkasan Artikel : Bupati Luncurkan Slogan “Ngapa Tuku”

Oleh : Naurmi Rojab Destiya
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta 

Di Sela Mengikuti Bedah Rumah

NANGGULAN (KR) – Potensi yang melimpah di sekitar lingkungan masyarakat menjadi aspirasi bagi Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo untuk meluncurkan slogan baru sebagai upaya ajakan hidup sederhana agar cepat terlepas dari kemiskinan. Jika slogan Bela dan Beli Kulonprogo penekanannya lebih pada semangat mencintai daerah termasuk produk lokalnya maka slogan baru ngapa tuku yang dicanangkannya pada saat bedah rumah di Desa Banyuroto Kecamatan Nganggulan baru-baru ini dimaksudkan agar masyarakat tidak terjebak hidup boros dan konsumtif.

“Dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar lingkungan tentu masyarakat bisa menekan pengeluaran atau berhemat,” katanya.
Bupati mencontohkan melimpahnya potongan kayu dan ranting di sekitar lingkungan masyarakat. Jika dimanfaatkan menjadi kayu bakar tentu warga tidak perlu membeli gas untuk keperluan memasak. Selain itu juga luas lahan pekarangan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran untuk keperluan sehari-hari. “Mari hidup sederhana dan jangn terjebak dalam budaya konsumtif, manfaatkan apa yang ada di sekitar kita,” ajak dr Hasto seraya meneriakan iso nandur (bisa menananm) dan dijawab warga dengan ngapa tuku (mengapa membeli) dan iso gawe (bisa membuat) dijawab ngapa tuku (mengapa membeli).
Rumah warga miskin yang disasar Bupati bersama Tim Bedah Rumah Kabupaten Kulonprogo pada Minggu (23/8) lalu meliputi rumah milik Ngaliman warga Pedukuhan Dlinggo Desa Banyuroto, Nurhayat warga Pedukuhan Wareng Desa Donomulyo, Sukadi warga Pedukuhan Karang Wetan Desa Donomulyo serta Rubiyo warga Pedukuhan Dukuh Desa Donomulyo Kecamatan Nanggulan.
Selain bantuan bedah rumah berasal dari Bazda Kulonprogo dan Bazcam setempat, bantuan juga mengalir dari berbagai pihak termasuk Forum Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang ada di Kulonprogo yang diketuai Jumantoro SE.
Menurut Bupati, bedah rumah merupakan bagian dari Gerakan Gotong Royong Rakyat Bersatu (Gentong Rembes). “Gentong Rembes bermakna warga yang mampu membantu warga miskin, termasuk membantu membangunkan rumah bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni dan jauh dari standar sehat,” tutur dr Hasto, Minggu (30/8).

Di sela mengikuti bedah rumah Bupati bersama Wabup Drs Sutedjo dan Tim Bedah Rumah Kulonprogo menyempatkan diri menengok warga setempat yang menderita penyakit tulang atau Osteoporosis.

Sumber : Kedaulatan Rakyat tanggal 1 septe
mber 2015

0 comments:

Post a Comment