8.1.16

PSIKOLOGI KEBERSIHAN : children learn what they see and live.



RINGKASAN ARTIKEL: BERSIH ITU SEHAT
Chusnul Rizatul Unsha
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



Mahasiswa tak hanya belajar di kelas atau berdiskusi lingkungan kampus. Namun juga tak kalah penting yaitu bagaimana membuktikan kepada masyarakat melalui kontribusi positif. Melalui sanggar Pojok Kali mahasiswa UIN melakukan inisiatif untuk berkegiatan di luar kampus. Sekaligus sebagai wadah membuktikan kepada masyarakat melalui kontribusi positif.
Sungai Gajahwong menjadi tempat mereka melakukan kegiatan sosial berupa cleaning area. Karna area sungai kerap terjadi banjir. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul tujuh pagi hingga pukul satu siang, dan diikuti keseluruhan mahasiswa PMI mulai Angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015.
Bersih kali ini difasilitasi Himpunan Mahasiswa Jurusan HMJ-PMI dan mendapat apresiasi dari warga masyarakat Gajahwong. Ketua Sanggar juga menetapkan jadwal kegiatan rutin dan menyuruh timnya agar selalu mencatat hasil evaluasi untuk mempermudah agenda kegiatan berikutnya.
Apa kontribusi artikel tersebut terhadap psikologi lingkungan ? “Bersih pangkal sehat, rajin pangkal pandai”, itulah semboyan yang biasa diajarkan ketika kita masih duduk di bangku SD. Ada kalanya saya berpikir, bahwa semboyan tersebut hanya sebagai pemanis bibir belaka, bagaimana tidak? realitanya, banyak dari kita masih mengabaikan hal tersebut. Khusus dalam hal kebersihan, masyarakat Yogya sejak kecil telah ditanamkan agar senantiasa menjaga kebersihan. Salah satunya adalah orang tua memberi contoh kepada anak-anak mereka akan bagaimana menghadirkan suasana yang bersih dan sejuk dalam lingkungan rumah mereka, agar mampu terinternalisasi dalam alam bawah sadar sang anak, sehingga dapat diaplikasikan kelak, karena tak dipungkiri secara psikologis children learn what they see and live.
Sumber tulisan:
nto. (2015). Bersih Itu Sehat . Tribun Jogja , 11 Desember

0 comments:

Post a Comment