6.1.16

Pengangkatan Indung Telur Bukan Satu-Satunya Pilihan



Fiki Fatimah
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi adalah tindakan pengeluaran rahim dari tubuh wanita. Pengangkatan dapat dilakukan pada seluruh atau sebagian rahim, serta dapat disertai pengangkatan ovarium atau leher
rahim maupun tidak.
Histerektomi umumnya dilakukan akibat adanya penyakit atau perdarahan rahim yang tidak dapat diatasi dengan cara lain. Sebut saja tumor jinak pada rahim yang menimbulkan nyeri dan perdarahan, peranakan turun, endometriosis, perdarahan terus menerus dari vagina, penebalan dinding rahim, dan nyeri kronik di daerah panggul. Pengangkatan rahim juga sering diperlukan pada kasus kanker rahim, serviks, atau ovarium (indung telur). Semua ini hanya dipertimbangkan jika semua terapi lain tidak berhasil mengatasi penyakit.

Setelah menjalani pengangkatan rahim dan indung telur, seorang wanita akan mengalami menopause dan tidak dapat hamil lagi. Walau demikian, indung telur dapat dibekukan dengan teknik khusus seandainya ia ingin memiliki keturunan meski harus melalui ibu pengganti (surrogate mother).
Jika pengangkatan rahim tidak diikuti pengangkatan indung telur, wanita dapat tetap haid, tapi ia akan lebih cepat mengalami menopause dibanding wanita lainnya. Pada awal berkurangnya hormon estrogen, ia mungkin akan mengalami perubahan berupa hotflushes atau selalu merasa kepanasan, depresi, vagina menjadi kering, insomnia (gangguan tidur, lemah, dan keringat pada malam hari). Untuk mengatasi gejala-gejala ini, dokter dapat menganjurkan pemberian terapi sulih hormon.
Ovarium atau indung telur adalah organ yang berfungsi untuk menghasilkan hormon esstrogen. Pengangkatan ovarium akan menyebabkan berkurangnya hormon secara mendadak. Jangka panjang, wanita akan lebih cepat menua dan mengalami penurunan hasrat seksual. Sama seperti wanita menopause lainnya, risiko terjadinya penyakit jantung dan osteoporosis juga akan meningkat. Lebih dari itu, operasi pengangkatan rahim dapat menimbulkan dampak psikologis besar bagi wanita yang menjalaninya.
Pengangkatan indung telur bukan merupakan satu-satunya pilihan yang harus dijalani para penderita kanker payudara karena masih bias melalui pengobatan dan pemeriksaan rutin yang menjadi pilihan.

Sumber : ADH . (2015) . Pengangkatan Indung Telur Bukan Satu-Satunya Pilihan . Kompas . 10 Oktober . Hal 20

0 comments:

Post a Comment