8.1.16

Menata Sumbu Filosofis Tak Semudah Balik Tangan
Ana Prihatini
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
            Yogya kini memang mulai berbenah dan mempercantik diri menuju kawasan heritage atau kota pusaka. Upaya tersebut difokuskan pada penataan sumbu filosofis DIY dari panggung krapyak hingga tugu pal putih.
            Dari kawasan kraton, penataan kemudian bergerak utara dengan penataan titik nol kilometer yang sudah dilaksanakan sejak 2015. Tidak mudah mennggarap revitalisasi kawasan sumbu filosofis tersebut untuk itu bidang cipta karya bersinergi dengan pemda DIY Pemkot Yogyakarta, komunitas yang ada dikawasan tersebut , akademisi, pemenang sayembara dan masyarakat.
            Dalam perkembangannya akan membangun sesuatu disumbu filosofis maka harus dikonsultasikan dengan gubernur DIY, dinas kebudayaan dan sebagainya. Hasil dari revitalisasi malioboro ini benar-benar terlihat setelah lima tahun lagi sesuai dengan RPJMD.
            Memasuki 2015 disusun integrasi lima konsep hasil pemenang sayembara desain malioboro. Lima produk ini dijadikan satu (integrasi konsep) yang sudah dipaparkan didepan gubernur DIY menjadi grand design malioboro.
            Tahun 2016 seksi pembangunan dan prasarana baru akan membuat kawasan semi pedestrian disayap timur malioboro pasca pemindahan area parkir di taman parkir abu bakar ali yang kini tengah dibuat parkir portable sementara.
            Fokus pada tahun ini agar parkir disayap timur malioboro bisa pindah parkir abu bakar ali dan kita bisa segera memulai aksi penataan disisi timur , selesai itu baru bisa tangani sayap barat tidak bisa dua-duanya ditangani.

            Sumber : Kedaulatan Rakyat , Jum’at Legi 4 September 2015 Hal 11

0 comments:

Post a Comment