11.1.16

Bisik-bisik berawal di meja rias artis



BISIK-BISIK BERAWAL DI MEJA RIAS ARTIS
Tri Mei Wulandari
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
                Perbincangan dari meja ertis berlanjut ke hotel bintang 5. Penangkapan penata rias berinisial RA telah membuka tabir prostitusi di kalangan artis. Prostitusi di kalangan artis bukan semata-mata karena faktor kesulitan ekonomi tapi karena faktor gaya hidup yang wah. Disamping itu mereka ingin cepat terkenal dengan cara instant. Akan tetapi tidak semua artis melakoni peran ini. Karena sifatnya eksklusif, bisnis ini sulit terendus media. Meski demikian praktik ini bisa terendus di sejumlah kasus yang mencuat. Misal terungkapnya jalinan pejabat/politikus dengan seorang artis. Pengungkapan kasus korupsi oleh KPK juga memperlihatkan indikasi ini. Dari penangkapan koruptur terungkap kehadiran ladies escort. Penyelidikan  berikutnya bermunculan nama-nama selebriti yang menerima gelontoran dana dari para koruptor. Prostitusi di kalangan artis dilakukan dengan beragam modus. Mulai dari menemani jalan-jalan, makan malam hingga belanja. Mucikari artis ini bisa dilakukan menejer artis itu sendiri, agensi lain yang tertutup rapi jaringannya. Bisik-bisik pun terjadi ketika menejer menandatangani kontrak kerja artis. Agar praktek prostitusi para artis dan model tersebut tidak terdeteksi pihak lain, RA menggunakan kata sandi “ARISAN” dan “JOB”. Soal tarif kencan, RA menyebut ada kategori khusus. Makin terkenal sang artis, makin mahal tarifnya. Ia sendiri yang mengatur mulai dari kontak klien, finalisasi transaksi, hotel sampai pembayaran jasa. Dari job itu RA mendapat bagian 20% dari pembayaran artis.

0 comments:

Post a Comment