1.1.16

"Big x Slow = Death"



Jati Pramono
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta




TEMPO hari, saya beruntung diundang oleh guru, mentor, dan sahabat keren @HandryGE untuk menghadiri perhelatan istimewa yang menampilkan orang istimewa Jeff R Immelt – CEO dan Chairman General Electric (GE) Global. Istimewa karena GE sebagai organisasi multinasional sudah beroperasi dua kali lebih lama dibandingkan Indonesia merdeka. Apa hal-hal keren lain tentang perusahaan yang dirintis oleh Thomas Edison ini? Banyak.


Dua karyawan mereka pernah tercatat sebagai penerima penghargaan nobel. Mereka juga termasuk dalam 12 persen perusahaan yang secara konsisten terus tercatat pada daftar Fortune500 sejak 1955. Kehadiran GE pada di seluruh dunia melayani beragam industry menjadikan mereka salah satu usaha konglomerat terbesar di dunia. Ini pencapaian dahsyat dan patut menjadi pelajaran bagi semua organisasi. Bagaimana mereka bisa tetap relevan dan berjaya sepanjang masa? Bagaimana GE mengambil keputusan-keputusan bisnis? Bagaimana mereka menata organisasi dan menumbuhkembangkan setiap orang yang tergabung di dalamnya? Paling tidak itu pertanyaan yang terlintas dalam benak saya.

Jeff Immelt, figur istimewa karena menggantikan CEO legendaris GE sebelumnya, Jack Welch. Lebih menarik lagi, Jeff melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan GE tepat 4 hari sebelum peristiwa 9/11 menimpa Amerika Serikat yang gemanya masih terus terjadi hingga sekarang. Perawakan yang tinggi besar tidak tampak mengintimidasi. Justru sebaliknya, Jeff tampak rileks, informal, dan bersahabat. Pesan terpenting yang saya tangkap adalah perubahan itu nyata, semakin cepat, dan tidak terduga.

No organization can stay contemporary for long – Jeff Immelt. Sebut 10 hal yang telah mengubah dunia? Apapun jawaban Anda, tidak satu pun dari hal tersebut pernah diprediksi sebelumnya. Big x slow = death. Semakin besar organisasi lazimnya ditandai dengan interaksi yang semakin formal, tata kerja yang semakin birokratis dan lamban. Jeff menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana menjadikan besran dan keberagaman organisasi sebagai keunggulan. 

Build ecosystem and the number shall follow. Jeff Immelt menyebut beberapa hal fundamental yang harus diterima para pemimpin organisasi masa depan sebagai berikut:
1.    No control and empowerment. Kontrol sepenuhnya adalah ilusi. Hal terbaik adalah memperdayakan setiap orang dalam organisasi untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk organisasi.

2.    Leaner management. Struktur organisasi raksasa sudah tidak lagi relevan. Semakin tipis, lapisan dalam organisasi semakin baik. Berdaya tim untuk mengambil peran penuh dalam proyek-proyek yang dijalankan organisasi.

3.    Speed and pivoting. Kecepatan merespons dinamika pasar dan kompetisi menjadi ujung tombak pergerakan organisasi. Pivot atas keputusan terdahulu sangat lazim bahkan dianjurkan untuk kebaikan organisasi.

4.    Democratizing information. Arus informasi di dalam organisasi tidak boleh terhambat dan harus mengalir dengan deras. Keputusan terbaik butuh kelengkapan informasi.

5.    Do fewer things greater intensity. Pada level individu, hal terpenting saat ii bukan untuk mengerjakan segala hal. Sebaliknya, setiap idividu sedapat mungkin mengerjakan lebih sedikit, tetapi dengan intensitas lebih dalam.

 Tulisan ini saya tutup dengan menyitir kalimat dari Jack Welch: “If the rate of change on the outside exceeds the rate of change on the inside, the end is near”. 


Sumber Tulisan:
Suhardono, Rene. 2015. Big X Slow. Kompas, 21 Oktober 2015  

0 comments:

Post a Comment