28.12.15

Salatiga, Kekayaan Kulinernya Melegenda

Ringkasan Artikel : Salatiga, Kekayaan Kulinernya Melegenda


Antoni Firdaus
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



Meski kecil, Salatiga cukup tersohor di berbagai daerah karena kulinernya yang melegenda. Sebut saja soto esto, bakso babat tamansari, enting-enting gepuk, ronde jago, dan gethuk kethek.
Salatiga terdiri dari empat Kecamatan dengan luas 56,8 km2. Meski kecil, Salatiga cukup tersohor di berbagai daerah karena kulinernya yang melegenda seperti yang sudah disebutkan diatas.

Dari nama-namanya yang unik ada Soto ESTO karena lokasi lapak jualannya berada di bekas garasi ESTO, perusahaan bus pertama di Salatiga. Kemudian ada Wedang ronde jago yang sudah buka sejak tahun 1960-an yang memiliki kekhasan isinya yang lengkap ada, irisan kulit jeruk kering, manisan tangkeh kering, agar-agar, sagu mutiara, dan rumput laut yang melengkapi kolang-kaling kacang tanah, dan bola-bola berisi kacang tanah tumbuh, dantentunya disajikan dengan kuah sari jahe panas.

Bahkan ada olahan yang tak kalah menarik dari olahan singkong yaitu gethuk kethek dan singkong keju.Gethuk kethek yang dimaksud tidak berasal dari daging monyet seperti namanya, melainkan terbuat dari singkong yang diaduk bersama kelapa parut dan gula. Karena penjualnya memelihara monyet di depan rumahnya.

Keberadaan dua sentra kuliner (gethuk kethek dan singkong keju) ini mampu mendorong masyarakat sekitar membuka usaha serupa maupun produk olahan singkong lainnya.Yulianto berharap, geliat perkembangan usaha mikro, kecil dan menengan (UMKM) di sentra olahan singkon ini dapat memacu masyarakat untuk menciptakan kuliner lainnya dan bahkan memacu masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat lainnya, seperti pariwisata, perhotelan, dan transportasi.

“Bahkan kalau bisa, saling terintegrasi satu sama lain, jadi kota Salatiga punya unggulan. Hal ini untuk mengantisipasi jalan Tol Semarang-Solo jika sudah dioperasikan sepenuhnya, supaya Salatiga tetap dikunjungi masyaakat terutama wisatawan dari berbagai daerah,” Harapnya.

Sumber : LAU, Salatiga, Kekayaan Kulinernya Melegenda. Kompas, 21 April 2015. Hal 27

0 comments:

Post a Comment