27.12.15

Ringkasan Artikel 1: Sawitri Supardi Sadarjoen, Cara sakit yang sehat
Susanti
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Polusi udara, polusi air, perubahan cuaca, penurunan kondisi fisik, kecelakaan yang tidak terelakkan, bisa terjadi kapan saja, dimana saja, tanpa dapat dielakkan. Penyakit infeksi oleh bakteri, virus, serta macam-macam mikroba lain bisa menjadi penyebab utama bagi kita untuk menderita penyakit dalam jangka waktu singkat dan bisa juga menderita sakit menahun. Kesemuanya itu tidak luput dari pengaruh kondisi fisik sebagai faktor penyebab utama. Pendekatan holistik dalam dunia modern membawa kita pada pemahaman bahwa bila kita sakit fisik, kita juga menderita sakit mental sehingga sering perawatan medis perlu diikuti dengan perawatan psikologis.
Kadar penerimaan diri terhadap penyakit akan membawa pengaruh pada pengelolaan stres mental akibat kekhawatiran berlebih tentang penyakit yang sedang kita derita. Kemampuan mengelola penyertaan stres mental oleh penyakit yang berfungsi optimal akan mempengaruhi proses percepatan penyembuhan penyakit. Seringkali kita menganggap keadaan stres dan kemudian sakit sebagai suatu kondisi terberi karena menjaga keseimbangan kondisi fisik dan mental memang tidak mudah. Apalagi peran faktor eksternal, seperti perubahan cuaca, kecelakaan, dan kerentanan terhadap serangan tertentu, tampil dominan dan ditambah pula kondisi fisik selalu ditandai dengan titik lemah tertentu pada manusia.
Solusi untuk masalah tersebut yaitu dengan melakukan kiat-kiat sakit yang sehat, diantaranya yaitu:
1.    Terimalah penyakit yang terberi dengan jiwa besar dan sikap toleran.
2.    Bila meragukan perawatan medis yang disarankan oleh dokter, carilah dokter lain untuk mendapat opini kedua, paling banyak ketiga. Jika ketiga dokter menyarankan hal yang sama, terimalah saran tersebut.
3.    Pilihlah cara mengatasi stres yang berpusat pada permasalahan. Cari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sebanyak mungkin. Jika kita memperoleh informasi yang menyatakan penyakit kita parah, tingkatkanlah kadar toleransi dan isilah waktu kita dengan aktivitas positif dalam keterbatasan kemampuan fisik kita.
4.    Bersikaplah rasional dan optimistis
5.    Hindari sikap pesimistis dan emosional. Mengeluh berkepanjangan justru membuat kita semakin terpuruk.
6.    Syukurilah kelebihan-kelebihan yang masih kita miliki.
7.    Berupayalah tetap mampu merawat diri semandiri mungkin agar potensi fisik yang kita miliki tetap terjaga keberadaannya.
8.    Bersikap kooperatif dengan perawatan dokter
9.    Bersabar dan berdoa ke pada Tuhan Yang Maha Esa karena Dia-lah yang memberi kehidupan kepada kita semua.
Sumber tulisan
Kompas. (2007). Psikologi: Cara Sakit yang Sehat. Kompas, 23 September


0 comments:

Post a Comment