21.12.15

Ringkasan Artikel



SEKOLAH TERAPKAN CALISTUNG
M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Sekolah SD adalah sekolah dasar yang menampung siswa lulusan TK yang tidak lepas dari itu sekolah SD juga merupakan salah satu sekolah yang mendasari dari berbagai bidang dan potensi, di SD siswa di kenalkan dengan pelajaran umum, seperti  perhitungan, agama, sosial, budaya dan sebagainya. sangatlah gampang untuk masuk di sekolah dasar cukup dengan persyaratan usia sudah bisa masuk sekolah. Tapi ada sekolah SD di Depok yang persyaratannya tidak seperti yang ada di SD lain. untuk peserta didik yang baru atau sisiwa baru saja itu tidak hanya dengan usia akan tetapi sekolah tersebut menerapkan tes baca tulis dan berhitung (calistung), jadi peserta didik tersebut bisa masuk sekolah tergantung dengan nilai jika nilainya bagus bisa diterima tapi jika tidak mungkin saja harus pulang dengan kesedihan.
Penerimaan siswa baru di SD, Kepala Disdikora Sleman Arif Haryono mengtakan, bahwa pada umunya untuk penerimaan siswa baru atau seleksi hanya di dasarkan pada usia, yaitu umur 7 tahun hingga 12 tahun. Dan jika ada yang umurnya masih 6 tahun sudah mendaftarkan diri dan bisa di terima, jika ada daya tampung, sedangkan calistung itu tidak di syaratkan bagi peserta didik yang mencalonkan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah menjadi persyaratan  di SD tersebut.
Calon Siswa atau peserta didik di SD itu tidak punyak kemampuan dasar jadi semua yang masih umur 7 tahun iya memiliki kemampuan yang sama, karena pada usia 7 tahun sebagian besar anak-anak di SD masih dalam tahap perkembangan emosional dan iya masih belum bisa berfikir secara abstrak. Dan sifat yang dominan yang di miliki anak SD tersebut bagaiman agar punyak banyak teman, barbaur dengan teman teman yang lain, karena anak tersebut ingin selalu di hibur.
Jadi jika di sekolah dasar menerapkan calistung bagi calon peserta didik maka iya kurang mampu dan kurang paham.
Sekolah Dasar (SD) yang usianya rata-rata tujuh tahun tidak pantas menerapkan kemampuan finansialnya karena pada dasarnya siswa yang kemampuannya masih minim itu tidak perlu di cekoki dengan bidang yang sekiranya membuat dia tertekan. Dengan ketidak mampuan mengelolah emosionalnya maka penerapan seperti calistung itu di tiadakan, karena pada seumuran anak SD masih perlu penguatan mentalitas.


0 comments:

Post a Comment