21.12.15

Ringkasan Artikel



KARAKTERISTIK ADALAH MUTIVASI UTAMA
M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Pengalaman yang pernah kita alami merupakan salah satu cermin atau gambaran yang menjadi acuan untuk masa yang akan datang. Kadang kita tidak sadar bahwa prilaku, sikap dan karekrter di bentuk oleh pengalaman yang kita alami sebelumnya. dan untuk membentuk masa yang akan datang atau masa depan yang baik maka  prilaku tersebut perlu di bentuk mulai sekarang. Seperti. pada saat sekarang berbuat baik, tentu saja prilaku baik tersebut akan bernilai dan berdampak baik di kemudian hari. jika kita ingin yang terbaik di masa depan maka memperbaiaki diri mulai sekarang.

Kenapa kita sering ke depan cermin melihat diri kita sendiri. depan cermin kita berbicara pada diri kita sendiri, “kenapa aku bisa seperti ini, kok nggak seperti yang lain. mereka lebih waw dari pada aku”, ia sadar bahwa dirinya tidak sama seperti orang lain, tanpa menyadari ia  mengeluh pada dirinya sendiri karena, merasa dirinya tidak sebanding dengan yang orang lain miliki, atau selalu merasa rendah. tapi sayang kesadaran tersebut  tidak dihargai oleh dirinya sendiri, Dan tidak mensyukuri pemberian tuhan. Sangatlah rugi jika seseorang masih mengeluh karena kekurangan. Karena yang telah terjadi pada sebelummya adalah merupakan salah satu dari bentuk dorongan motivasi,

Individu tidak akan termotivasi jika ia tidak mengalami hal yang menjengkelkan sebelummya, dan hal yang bersifat membenarkan pada dirinya adalah referinsi utama untuk selanjutnya yang akan lakukan.

Sering kita melakukan kesalahan namun tidak menyadarinya. Contoh, ketika kita ngumpul, ngobrol bareng tanpa sengaja ada yang marah dan kecewa padahal yang kita lakukan dan bicarakan bukan bermaksud untuk menyakiti perasaannya. Nah distulah kita tidak bisa mengontrol diri, karena masalah, pemahaman dan pengalaman kita berbeda, jadi tidaklah salah jika kita tidak menyalahkan orang yang sedang bicara. Pahami saja apa yang di bicarakan, karena ketika kita juga bicara akan mengalami hal yang sama. Apakah kita juga menyadari tentang masalah kita sendiri yang di bicarakan oleh orang lain, atau kita harus marah dengan orang yang membicarakan kesalah kita pada orang lain, sedangkan mulut mereka yang di pakai dan sama sekali tidak menggunakan tenaga kita.
benarkah  jika kita menyalah kan orang lain?

Sangat benar! karena dengan menyalahkan orang lain, dengan tidak sadar kita sudah mengontrolnya, maka jika ada orang yang menyalahkan kita! harus bersukur karena ia berperan mengontol kita. Seseorang tidak akan maju dan berkembang tanpa ada orang yang menyalahkan. Sesuai dengan pengalaman teman yang pernah menceritakan tentang pengalamannya ia sangatlah susah dan merasa jenuh tanpa ada orang yang menyalahkan, omelan dari teman-temannya yang bersifat buruk sangat di perlukan, dengan ia berbicara kesalahanku sedikit banyak aku menyadari dan bangkit dari omelan teman-teman, Katanya. Banyak orang yang sukses di katain (omelin) orang lain, contohnya peminpin, sperti presiden ia banyak orang yang menyalahkan entah dari kepminpinannya atau juga kepribadiannya, padahal pada semasa pencalonan kita yang milih. Semakin banyak orang yang berontak dan menyalahkan maka ia semakin maju, selalu membangkitkan visinya. Tapi Tanpa ada yang berontak atau orang menyalahkan mungkin saja ia enak-enakkan, dan tidak terkontrol. Ada salah satu teman yang sempat di wawancarai tentang permaslanan ini, ketika ada seseorang yang menceritakan kejelekan dan keburukan ia hanya tersenyum dan menganggap bahwa apa yang ia bicarakan adalah sebagai motivasi, ia hanya orang awam yang bisa berbicara kejelekan dan tidak sadar bahwa ia pernah melakukan kesalahan, jawabnya.

Apapun yang menjadi training topik ia tidak lepas dari benar dan salah, karena karekteristik yang mendasar adalah bodoh dan pintar. Sering kita menyimpulkan orang lain baik karena ia berprilaku baik pada dirinya, padahal belum tentu ia berprilaku baik pada orang lain. Kebenaran bukalnah bodal utama untuk menilai orang itu pitar. Kita tidak bisa menilai kepintaran individu sesuai dengan kemampuan kita dan tidak pula menilai kepintarannya dengan kepintarannya sendiri.

Hal yang paling mendominasi pada diri sendiri  yaitu sebagaimana kita mengatur pola pikir  dan prilaku diri sendiri. manusia selalu  menginginkan yang positif akan tetapi ketika ia menilai orang lain cendrung menilai nigatif, contoh kecilnya ketika menjadi juri, ia berperan selalu mencari cela dari peserta yang terkait.
Salah satu Pencetus = Martin seligman 2004. Prinsip = psikologi seharusnya :
1.      Kekuatan manusia, tidak hanya memperhatikan dari sisi kelemahan manusuia
2.      Membangun hal-hal yang baik dalam hidup, tidak hanya memperbaiki hal-hal yang buruk saja
3.      Berkepentingan untuk membuat hidup orang-orang normal menjadi lebih bahagia, tidak hanya mengobati hal-hal yang patologis

Jika ingin melakukan yang bersifat membangun tapi  lingkungan tidak mendukung maka tetaplah  genggam meskipun menjadi perasaan yang tidak menyenagkan bagi diri sendiri. karena pada suatu saat ia akan tau seberapa banyak yang di perjuangkan. Dan ingat Ketika sifatnya positif maka lingkungan yang akan membantu.

Kenapa orang sering mengejek orang lain,  karena salah satunya ia tidak berperan sendiri dari apa yang di lakukan orang tersebut.  Dan  Seseorang yang bisa Menerima dirinya sendiri atau bersedia menerima kekurangannya, maka yang akan terjadi  ketika individu bisa menerima dirinya sendiri  ia cendrung akan bernilai positif pada dirinya sendiri.

Bodoh, pintar, salah dan benar adalah karakteristik yang mendasar dan pasti terjadi pada individu.

0 comments:

Post a Comment