21.12.15

Ringkasan Artikel



BANGKIT
M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Bukanlah waktu yang membuat sempit di dunia ini tapi keterpurukan inferioritas yang membuat sempit atau perasaannya saja yang merasa sempit. Kehidupan yang nyata adalah kehidupan yang di rasakan pada saat ini, besok atau bahkan besok lusa bukanlah kehidupan akan tetapi hanyalah mimpi atau pergolakan pikiran yang terlalu ambisius untuk menghadapi yang selanjutnya. Jangn jadidkan persoalan yang belum terjadi dan jangan jadikan keterpurukan yang sudah terjadi.  Karena yang dimiliki manusia tidak lepas dari indeks manusianya sendiri dan hukum alam.
Perilaku yang menggambarkan sifat dari kepribadiannya dan tindakan atas dasar mimpinya adalah mengggambaran masa yang sebelumnya, positif atau bahkan negatif yang terjadi di masa sebelumnya itu gambaran masa-masa yang akan datang, karena manusia termotivasi oleh harapan di masa yang akan datang dari pada masa yang sebelumnya, seperti: apabila suatu saat ada surga bagi orang-orang yang beribadah, taat  pada aturan, berprilaku baik dan kelakuannya tidak menyimpang dari apa yang ia iginkan di masa depan. dan ada juga neraka bagi orang-orang yang melakukan kejahatan.  Maka dorongan terebut sudah melekat di dalam diri manusia, akan tetapi masa lalu yang pernah dilakukan merupakan salah satu dorongan dan pencapain di masa yang akan datang. Kemunafikan, kejahatan dan kesalahan yang terjadi di masa sebelumnya itu hal yang bernilai positif di masa depan nantinya karena dengan hal tersubut cerminan bahwa keterpurukan  adalah sebuah pelajaran untuk bangkit.
Adler juga memberitahu tentang inferioritas, inferioritas merupakan perasaan yang muncul akibat kekurangan psikologis. Jadi kalau menurut adler inferoritas ini bukan tanda dari ketidak abnormalan manusia, melainkan penyebab segala bentuk penyempurnaan dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, manusia di dorong oleh kebutuhan untuk mengatasi inferoritasnya dan ditarik hasrat menjadi superior. Kekurangan biologis dan psikologis, atau cacat bukanlah pengaruh untuk tidak berkreasi pada saat sekarang,  dan untuk bangkit di masa depan.
Seorang bayi yang  jatuh ia punyak banyak motivasi untuk berdiri atau bangkit. Bayi yang akal pikirannya masih tidak stabil ia memiliki dorongan yang kuat untuk bergaul dan berinteraksi dengan lingkungannya, karena pada saat itu motivasi eksternal yang mempengaruhi. Jadi janganlah sampai mempunyai fikiran buruk di masa yang akan datang. bayi saja bisa untuk berdiri apalagi manusia yang normal, pasti bisa.


0 comments:

Post a Comment