21.12.15

Ringkasan Artikel



HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 

M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Manusia adalah ”agent of cange”untuk kelahiran sebuah perubahan di dalam kelompoknya. Sebab pada sejatinya manusia adalah sosok peminpin dimuka bumi ini. Hubungan manusia sangat luas, dari hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Itulah kenapa manusia memiliki peran penting dalam lahirnya sebuah perubahan. Manusia yang mengerti tentang hakikat intelektual, maka manusia tidak pernah berhenti untuk terus berfikir mengenai hidupnya sendiri. Selain itu, dalam kehidupannya ia butuh pencerahan tata cara menjalin hubungan yang baik. Baik dengan alam, dengan sesama makhluk sosialnya, lebih-lebih dengan Tuhannya. Banyak hal yang akan didapat dari kesejatian manusia tersebut dalam membentuk sebuah kepribadian yang benar layaknya manusia. Walaupun terkadang polemik yang menghantui kehidupannya dalam sebuah peranan kehidupannya sendiri. Dari yang berkaitan secara nurani, kebatinan, bahkan jiwa kepemimpinannya di dalam struktur sosialnya pun kerap terjadi banyak konflik, sehingga itu penting untuk dibenahi. Sebuah pertanyaan yang perlu digaris bawahi bahwa psikologisme manusia seperti apakah yang diperlukan agar dapat mencipta tatanan sosial yang benar, baik hubungan antar individu, individu dan kelompok atau kelompok dan kelompok?. Demikian tulisan ini akan menjelaskan secara singkat mengenai pengaruh psikologis manusia dalam sebuah kehidupan sosialnya. Sebab kesenjangan sosial, gejala-gejala sosial dalam masyarakat sudah banyak kita temui. Kecurigaan saya, mungkin ada banyak pengaruh dari psikologis kemanusiaannya yang masih tidak tertata rapi. Maka penting untuk ditinjau oleh mahasiswa psikologi demi terpecahnya permasalahan sosial tersebut.
Hubungan interaksi sosial, sebagaimana manusia bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran dan pengatahuan, demikian pula bertanggung jawab atas norma dan nilai-nilai kebenaran.Pada hakikatnya manusia tidak lepas dari aturan dan norma-normasosial yang di ambil dari budaya,sosial, dan adat, sedangkan kelompok dengan individu mempunyai jaringan komonikasi. Demi terbangunnya prilaku yang baik,  dalam kelompok tersebut terdapat norma sosial yang mempengaruhi  individu, Sehingga situasi sosial dan interaksi sosial adalah pengaruh pertama untuk menjalin hubungan antar kelompok dengan individu, manusia sangat di pengaruhi situasi sosial dan konsep prakmatismetentang realitas, sebagaimana budaya berubah, maka nilai- nilai kelompok  juga ikut berubah. Dalam behaviorisme, manusia adalah sebagian dari alam semista. Menurut skinner ”sebuah bagian kecil alam semista ini di isi manusia” hubungan manusia dengan alam atau manusia dengan lingkungan, sebab lingkungan adalah pengaruh utama bagi kita. Jadi yang membangunprilaku manusia juga di pengaruhi lingkungan sekitar, sehingga ia tidak bisa lepas dari adat dan budaya yang membawahi kita.
Manusia mempunyai potensi yang besar untuk menjadi baik dan menjalin hubungan dengan baik, baik hubungan antar individu, individu dan kelompok atau kelompok dan kelompok. Dan manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri, jadi beban dari kebebasan masing-masing individu dapat membuat pilihan- pilihan yang berbeda, jadi jika manusia memilih baik tentu saja secara hukum adat juga baik.



0 comments:

Post a Comment