21.12.15

Ringkasan Artikel



MANUSIA DAN PERANNYA
M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Perencanaan atau mimpi yang di alami merupakan tindakan utama sebelum bertindak. Mengaca pada orang lain adalah modal utama untuk memperbaiki dirinya sendiri, sperti itulah kiranya yang di diskusikan oleh salah satu pengunjung di sebuah angkringan,  sebelum di hidangkan makanan sampai selesai makan sempat saya menikmati jalannya diskusi yang menurut saya itu menarik dan beberapa argument yang menarik, sehingga membuat saya bertanya-tanya. Meskipun saya tidak ikut diskusi rasa ingin untuk mencampuri ada dalam benak, tapi mencampuri bukanlah jalan untuk kebaikan tapi malah mengganggu kesenangan orang lain dan yang menjadi menarik di pembahasan tersebut, keterkaitan individu ketika menjalin hubungan dengan orang lain (pacaran).
Pada saat individu menjalin hubungan dengan orang lain dalam istilah pacaran. dalam pacaran, individu harus melakukan sesuatu hal yang membuat marah yang sekiranya bisa bertengkar dengan pacarnya, karena di sisi lain ketika ia bertengkar maka individu tersebut akan menimbang-nimbang prilaku dan  kepribadiannya.
Kalau seseorang tidak punyak modal cakep, cantik, maka menggunakan dengan kemampuannya, karena kemampuan yang akan mendukungnya. Modal utama bukanlah ia cakep atau cantiknya tapi kemampuan bagaimana ia bisa menarik pesangannya. Sejatinya manusia tidak akan melepas apa yang menjadi dasar dalam dirinya. Cakep dan cantik bukanlah bahan penarik utama secara batiniah.
Berangkat dari kemampuan dan cara memprilakukan dirinya semaksimal mungkin dalam bidangnya adalah  acuan utama untuk mengaca pada orang lain, Karena ketika kita memandang diri kita sendiri maka lebih suka pada orang yang memiliki superior yang sama, atau bahkan individu justru berpasangan dengan orang yang tingkat kerupawanannya sama. Hakikatnya individu akan mengaca pada orang lain. Jika ia beranggapan orang yang sekira menyukai prilakunya maka penimbangannya itulah yang terjadi pada dirinya. Hal ini tidak hanya terjadi pada individu yang punyak pasangagan pacaran akan tetapi juga terjadi pada temannya contohnya Induividu cenderung lebih suka sama orang yang punyak kesamaan, seperti orang pinter lebih memilih teman yang pintar, orang yang cantik ia lebih suka memilih teman yang juga cantik.
Kesempurnaan tidak di miliki oleh semua manusia tapi kelebihan dimiliki oleh setiap manusia, tidaklah pantas individu  menilai kekurangan individu yang lain, kerena kelebihan yang dimiliki individu kadang tidak di miliki oleh orang yang menilai individu tersebut. positiflah terhadap tindakan yang di jalankan orang lain, Meskipun ada kegagalan dari kelebihannya. Sesuatu yang sempurna dan tidak pernah gagal maka di anggap tidak menarik, tapi ada yang tidak pernah gagal tapi menarik seperti sirkus, karena sirkus tersebut kegagalan  itu rencanakan.  

0 comments:

Post a Comment