11.12.15

RINGKASAN ARTIKEL: Mengenal Rumah Prefabrikasi


Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Rumah saat sekarang ini merupakan kebutuhan yang sangat mahal terlebih lagi dikota-kota besar, di pusat kota jakarta untuk ukuran rumah yang sangat sederhana memerlukan biaya 900 juta dalam pembangunannya. Bisa dibayangkan jika tapak sederhana saja semahal itu maka yang bisa membangun rumah hanyalan orang-orang kaya atau menengah keatas. Padahal orang yang menengah kebawah juga memerlukan rumah untuk tempat tinggal dan keberlangsungan hidup. Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan ketersediakan lahan untuk mendirikan bangunan sudah sangat minim dan sempit. 

Solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu penerapan rumah prefabrikasi (prefabricated house) yang cukup berkembang di luar negeri seperti Australia dan Rusia. Rumah prefabrikasi sendiri merupakan bangunan yang komponennya sudah disiapkan oleh pabrik  sehingga komponennya tinggal dipasang dengan sistem joint. Keutungan rumah ini yaitu lebih praktis, efesien, cepat, tidak membutuhkan banyak tukang dan tidak banyak bahan yang terbuang. Betuk rumah prefabrikasi ini dapat berupa rumah panggung ataupun langsung berpijak ketanah. Pemasangan rumah prefabrikasi ini hampir sama dengan pembuatan dengan rumah beton yaitu tahap awal pembuatan fondasi dan leveling lantai. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan partisi dinding, atap, dan penutup atap. Ini untuk rumah yang hanya terdiri dari satu lantai.


Sementara untuk rumah yang bertingkat atau dua lantai tinggal ditambah dengan pembuatan dak, pemsangan tangga, dan balkon. Penerapan rumah prafabrikasi diIndonesia ini juga harus menyesuaikan dengan kontur alam dan budaya setempat. Dimana rumah prefabrikasi umumnya merupakan rumah permanen dan tidak bisa diubah-ubah lagi dikemudian hari. Hal ini berbanding terbalik dengan kesukaan masyarakat Indonesia yang menyukai rumah yang dapat dirubah lagu dimasa yang akan datang. Selain memperhatikan buadaya juga baik memperhatikan kontur alam. Kontur tanah dan kondisi alam yang sulit dijangkau akan menyulitkan pengiriman dan pemasangan rumah prefabrikasi ini.

Rumah prefabrikasi yang umum digunakan di Indonesia yaitu tempat tinggal sementara pekerja perkebunan, pertambangan dan proyek-proyek rekonstruksi di daerah eks-bencana seperti Yogyakarta dan Aceh. Sementara itu rumah prefabrikasi diluar negeri sudah semakin marak misalnya di Rusia dengan nama DublDom ditawarkan dengan harga mulai dari 13.200 hingga 41.600 dollar AS. Slovenia rumah prafabrikasi buatan Philippe Starck yang bernama Pre-fabricated Accessible Technology Home (P.A.T.H) dibanderol dengan harga 300-540 dollar AS per meter persegi. Hal yang menakjubkan datang dari Melbourne Australia yang mana terdapat rumah prefabrikasi yang hemat energi yang dikembangkan oleh Archiblox. Rumah Prefabrikasi hemat energi ini menggunakan energi surya dan mampu mendaur ulang air hujan agar dapat membantu mengurangi konsumsi air tanah.

Sumber:
ACH. (2015). Mengenal Rumah Prefabrikasi. Kompas, 30 Oktober 2015, hal. 36

0 comments:

Post a Comment