20.12.15

Ringkasan Artikel : Mau jadi Rajawali atau Ayam

Muji Pambudi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dalam perjalanan karier orang orang yang lama bergelut dengan pekerjaannya, mungkin pernah menjumpai orang-orang yang sebenarnya mempunyai potensi untuk berkembang, berpotensi untuk berkarya yang lebih baik tetapi kemudian mereka memilih untuk tetap dalam zona nyaman, berhenti untuk tumbuh, berkembang dan berkarya karena mereka “percaya” bahwa mereka tidak mampu.
Sebuah ilustrasi mengenai hal ini disampaikan oleh Steve Kosasih dalam Kompas inspira, dimana seekor burung rajawali yang dari telor di erami oleh induk ayam, kemudian menetas dan hidup dengan anak-anak  ayam yang lain, maka dia berperilaku seperti anak ayam dan merasa bahwa dirinya adalah ayam. Walaupun berbeda badannya rajawali ini hanya merasa sebagai ayam yang luar biasa. Sehingga ketika melihat ada burung rajawali lain terbang di angkasa, dia sangat menginginkan bisa rajawali tersebut,dai ingin terbang dan menguasai angkasa tetapi apa daya dalam pikirannya dia merasa dia adalah ayam yang tidak bisa terbang, sehingga akhirnya diapun hidup sebagai ayam sampai kematiannya.
Dari sini kita bisa melihat bahwa banyak orang-orang yang memiliki potensi seperti rajawali tetapi mereka tetap berperilaku seperti ayam bukan karena tidak  mampu tetapi mereka tidak mau berkembang, tidak  mau mencoba dan berkarya ,pada akhirnya sampai akhir kariernya akan tetap seperti rajawali yang hanya bisa menjadi ayam, tanpa mengetahui bahwa dia bisa  menjadi rajawali yang menguasai angkasa.

Kompas edisi 3 Desember 2015,  "Mau Jadi Rajawali atau Ayam".



0 comments:

Post a Comment