18.12.15

RINGKASAN ARTIKEL : Belajar Dari Kecoa (1)



Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Sekitar 70 juta tahun yang lalu hiduplah hewan pemangsa terbesar dan terbuas dimuka bumi ini, yang menurut para ahli namanya adalah Tyranosaurus atau yang lebih dikenal dengan nama T-rex.  Hewan ini berada dipuncak rantai makanan atau menjadi raja dan pemangsa dari hewan-hewan lainnya. Pada masa yang sama hiduplah sejenis serangga kecil yang bernama Blattodea (kecoa). Bukti arkeologi menjelaskan kecoa sudah hadir terlebih dahulu sebelum T-rex yaitu 300 juta tahun yang lalu. Kita bisa mengetahui keberadaan T-rex di muka ini melalui fosil-fosilnya yang berada dimusem, dari buku atau dari film-film saja. Akan tetapi kita bisa mengetahui adanya kecoa (Blattodea) berasal dari kehidupan kita sehari-hari, yang mana mau seberapa kejampun kita membasminya dan sejak 300 juta tahun yang lalu hewan ini tetap beranak pinak dan tidak ada habis-habisnya.

Charles Darwin mengatakan bukan yang terkuat atau yang terpandai yang akan bertahan, tetapi yang mampu menghadapi perubahan. Teori ini rupanya telah diaplikasikan oleh kecoa hingga ia mampu hidup sejak 300 juta tahun yang lalu hingga saat ini.  Meskipun mereka bukan hewan terpandai dan kuat tetapi mereka mempunyai dua kelebihan. Pertama, kecoa memiliki teamwork yang dahsyat. Saat satu kecoa menemukan sumber makanan maka ia akan mengabari teman-temannya sehingga mereka akan datang bagaiman sebuah regu yang tak terkalahkan. Kedua, kecoa memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Generasi yang baru lahir akan kebal terhadap ancaman yang membunuh generasi sebelumnya. Sebagai contoh satu induk kecoa mati karena perubahan cuaca atau racun, asalkan induk tersebut sempat bertelur, anak-anaknya akan kebal terhadap racun atau perubahan cuaca tadi. Hal ini jugalah yang membuat manusia kewalahan dalam membasmi kecoa dan ditemukannya obat khusus pembasmi kecoa.


Kembali mengambil pelajaran dari kecoa, sebuah perusahaan yang ingin terus hidup, berkembang dan berjaya haruslah mampu meniru dua sifat kecoa diatas. Sebuah perusahaan itu haruslah mempunyai teamwork yang kuat dan mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Dua sifat ini bukan hanya diperlukan oleh sebuah perusahaan saja apapun yang ingin tetap eksis didunia ini baik organisasi, lembaga, dan individu sekalipun harus mampu menguasai dua sifat yang dimiliki oleh kecoa. Banyak sekali perusahaan besar dan berjaya akhirnya runtuh karena personelnya tidak memiliki rasa kebersamaan atau teamwork sehingga tujuan yang ingin dicapai berbeda. Banyak juga yang bangkrut karena tidak mampu menghadapi perubahan zaman. Oleh karena dua sifat kecoa tadi patut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaan kita tidak hilang ditelan perubahan zaman dan tetap eksis didunia ini.

Hubungan artikel ini dengan psikologi inovasi yaitu kita harus mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan disekitar kita dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Semakin berkembangnya teknologi dan berubahnya zaman maka hanya orang-orang yang mampu beradaptasilah yang mampu tetap eksis dalam perubahan zaman itu. Selain itu manusia tidak bisa berkembang sendirian, ia membutuhkan orang lain untuk dapat bersama-sama dalam meraih suatu tujuan. Oleh karena itu teamwork merupakan poin yang selanjutnya untuk dapat tetap bertahan hidup.

Sumber : Kosasih, S. (2015). Belajar Dari Kecoa (1). Kompas, 1 Oktober 2015, hal. 39

0 comments:

Post a Comment