23.12.15

Ringkasan Artikel : 60 Persen Calon Karyawan Berbohong Saat Wawancara Kerja

Manik Muthmain
Fakultas Pikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Fakta menyebutkan bahwa teryata enampuluh persen pelamar kerja tak segan untuk berbohong saat melamar kerja. Aksi akal- akalan calon pegawai ini dapat berdampak negatif. Sebab, dapat membuat membuat kondisi kerjasama kelompok dalam perusahaan menjadi tak nyaman dan mempengaruhi sirkulasi keluar masuk karyawan. Untuk itu, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah salah rekrutmen pegawai, yakni diantaranya mendeteksi kebohongan lewat tulisan tangan.

Tulisan tangan sendiri adalah interaksi dari banyak struktur dan sirkuit otak. Sebab, semua digerakan oleh otak, maka tulisan tangan dapat dianalisis untuk melihat kepribadian penulisnya.

Selain tulisan tangan, kebohongan pelamar kerja dapat juga dideteksi lewat forensic interview analisis facial micro expression. Dalam setiap percakapan dengan orang lain, tidak ada tanda pasti bahwa seseorang tersebut berbohong. Bahkan kontak mata, gerakan tangan, maupun suara gugup tak menjamin seseorang berbohong atau tidak.

Deteksi kebohongan dapat diketahui dengan modifikasi pertanyaan dan melakukan wawancara dengan optimal untuk menggali informasi sejujur – jujurnya.


Sumber : Tribun Jogja | 16 Desember 2015 | hal. 18



0 comments:

Post a Comment