21.12.15

Ringkasa Artikel



MENTALITAS MAHASISWA
M. Junaidi
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampuh: Arundati Shinta

Manusia hanya ada dua pilihan dalam hidupnya mau jadi ratu atau mau jadi budak. Jadi ratu tersikasa dan terjebak oleh budaknya atau mau jadi budak yang di selamatkan oleh ratunya, tergantung manusianya mau memilih yang mana dan mau menyikapi seperti apa.
Manusia memiliki indikator tersendiri yang  tidak lepas dari keinginan dan tujuan sebagai pemutivasi utama dalam dirinya, hakikatnya manusia adalah makhluk yang bodoh tidak kalah bodohnya dengan makhluk lain, karena pada dasarnya manusia ini mempunyai sifat meniru. Seperti meniru tingkah laku antar manusianya sendiri atau bahkan meniru tingkah laku makhluk lain semisal hewan. Hal lain yang  di miliki manusia mempunyai sifat kebergantungan.  Tanpa di sadari manusia mulai sejak lahir ia berperan sebagai ratu dan juga sebagai budak.
Pada semenjak lahir manusia sebagai ratu yang sudah bisa membuat banyak orang bahagia dan membuat banyak orang tersenyum, dalam artian manusia semenjak ia lahiar ia sudah membuat banyak orang tersiksa demi kebutuhan seorang bayi tersebut, atau membuat orang lain terdoktrin dengan apa yang ia mau. bahkan orang tuanya yang menjadi budak, dan hal yang demikian merupakan salah satu awal dari indikasi pergolakan manusia. di sisi lain manusia semenjak lahir menjadi budak dari banyak orang, baik sebagai budaknya orang tuanya sendiri ataupun orang lain, budak yang di maksud adalah ia harus menerima tuntutan untuk memiliki bahasa dan prilaku yang muncul dari lingkungan sekitar. konsekoensinya jika ia tidak mengikuti lingkungan sekitar baik dalam norma sosial, agama dan bahkan sistem yang menjadi yang menjadi salah satu pengatur lingkungan,  maka ia akan tampak bodoh.
Manusia berkembang dari dua hal tersebut yaitu meniru dan kebergantungan. Lingkungan sekitar adalah awal yang harus ia hadapi bahkan lingkunganlah yang bisa membuat manusia berperan dalam kehidupan di alam ini, cuman tergantung manusia mau menyikapi seperti apakah lingkungan tersebut, sebagai budakkah atau juga sebagai ratu, kedua hal tersebut sangat perlu untuk melindungai dirinya dari kepuasan hidup.
Gagasan yang seperti di atas ini merupakan salah acuan mahasiwa dalam kampus, apakah mahasiswa ini sebagai budak dari sistem kampus ataukah menjadi ratu. Dari banyak setetmen yang di kemukakan oleh teman-teman mahasiswa, khususnya di Universitas Proklamasi 45, kebanyakan yang di miliki mahasiswa adalah budak dari sistem yang ada di dalam kampus ini. Karena pada dasarnya hal yang sedemikian rupa mahasiswa ini menjadi salah satu pemasukan dan salah satu modal bisnis, dengan demikian kapasitas mahasisa ini terbegal dengan adanya sistem,
Film 3 idiot, india.  menggambarkan tekanan mentalitas yang di pengaruhi dari luar dirinya. Dalam psikologi. Mentalitas tidak hanya di pengaruhi dari dalam dirinya sendiri tetapi ia juga di pengaruhi dari luar, atau dari lingkungan sekitar. Apapun yang menjadi alasan ketika mahasiswanya  bertolak belakang maka yang terjadi salah satunya ia tidak kuat mentalnya. Tekanan dari luar baik berupa sistem atau juga aturan-aturan ia mempengaruhi mental mahasiswa, kerena kebanyakan mahasiswa yang malas bukan karena kemauannya sendiri untuk malas tapi di situ ada tekanan mentalitas, di univ lain banyak yang bunuh diri karena mentalnya tidak sejalan dengan sistem yang di terapkan. Begitulah kiranya gambaran film tersebut.

0 comments:

Post a Comment