26.12.15

Rangkuman Artikel: Ya, Saya Bangga!!!

Restu Wahyuningtyas
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Sikap bangga oleh karyawan perlu diciptakan terutama oleh pemimpin. Oleh karena itu diperlukan pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang mampu menyikapi perubahan. James Gwee menyatakan bahwa untuk memimpin dan menciptakan kemajuan harus mampu mengelola perubahan. Masih menurut James Gwee, diperlukan tujuh langkah untuk mewujudkan hal tersebut. Adapun tujuh langkah tersebut antara lain:
1)    Antisipasi perubahan
2)    Mengidentifikasi perubahan
3)    Menjual perubahan
4)    Menggalang sumber daya
5)    Mendobrak zona nyaman
6)    Memberikan penghargaan
7)    Belajar dari pengalaman dan tidak berhenti melakukan perubahan.
Antisipasi perubahan dapat dilakukan dengan cara mengubah mindset atau pola pikir.
Perilaku konkrit dari antisipasi perubahan yaitu dengan mengakui adanya perubahan sekarang sebagai akibat perkembangan zaman. Selain itu yang penting untuk dilakukan adalah meyakini bahwa untuk maju dan berkembang harus mengadakan dan mengikuti perubahan itu sendiri.
Langkah kedua yaitu mengidentifikasi perubahan, maksudnya adalah individu dapat mengenali perubahan-perubahan yang sedang terjadi. Langkah konkrit yaitu dengan dapat menentukan prioritas perubahan. Prioritas perubahan itu sendiri dapat dibedakan yaitu perubahan mana yang sangat diperlukan, yang sangat sesuai dan mampu diikuti oleh dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.
Langkah ketiga yaitu menjual perubahan maksudnya membuat orang lain (orang yang dipimpin) agar mau mengikuti perubahan atas kemauan dan kesadaran sendiri. Hal ini seperti kalau membeli tidak karena dipaksa. Jadi makna dari menjual perubahan yaitu pemimpin harus mampu meyakinkan tim untuk percaya dan sadar bahwa diperlukan perubahan dan harus dilakukan.
Menggalang sumber daya merupakan langkah yang keempat.  Menggalang sumber daya ini mencakup secara keseluruhan baik sumber daya dana atau modal, perlengkapan maupun manusianya.
Langkah kelima adalah mendobrak zona nyaman. Pemimpin dalam hal ini harus mampu mengamati siap-siapa saja yang ada di zona naman dan meyakinkan agar mereka bisa melakukan perubahan. Selain itu memiliki semangat yang baru berhenti bila tujuan utama sudah tercapai. Tidak mudah untuk mengubah orang lain untuk dapat memiliki semangat juang melawan tantangan sehingga mencapai tujuan yang lebih menantang.
Langkah keenam, memberikan penghargaan. Langkah ini yang sering kali dilupakan oleh para pemimpin. Banyak pemimpin yang sudah mampu melakukan langkah kelima, namun banyak pula pemimpin yang lupa untuk memberikan penghargaan. Sikap lupa memberi penghargaan inilah yang mengakibatkan melemahnya motivasi yang sudah sempat tinggi.
Langkah terakhir adalah berlajar dari pengalaman dan tidak berhenti melakukan perubahan. Kejadian yang sering terjadi adalah orang berhenti setelah memperoleh kemenangan. Hal ini tentu saja tidak boleh dan harus dicegah. Perubahan harus tetap dilakukan seiring perkembangan zaman.

Sumber:
Sukartono, M. (2015). Ya, saya bangga!!!. Kedaulatan Rakyat edisi 28 Oktober hal. 18

0 comments:

Post a Comment