28.12.15

Nelayan Malang dan Pangandaran Panen Raya

Ringkasan Artikel : Nelayan Malang dan Pangandaran Panen Raya


Antoni Firdaus
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Nelayan di Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Pangandaran, Jawa Barat, saat ini memasuki panen raya.Embusan angin yang tidak terlalu kencang dan gelombang laut yang cenderung bersahabat memungkinkan nelayan dapat melaut dengan lancer.
Setelah masa panen tuna, kini nelayan Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang, menghadapi musim panen ikan layur. Kalau sedang mujur , sebuah kapal nelayan di Sendangbiru bias menangkap 20-25 kilogram ikan dalam sehari, terdiri atas layur dan campuran.
“Musim layur biasanya berlangsung mulai Oktober sampai Fbruari,” kata tokoh nelayan Pantai Sendangbiru, Sudarsono, Senin (16/11).Hal inipun factor cuaca cerah dan belum hujan ikut andil dalam masa panen raya.

Adanya permintaan, termasuk ekspor, membuat harga ikan layur saat ini lebih baik disbanding waktu panen yang sama tahun lalu. Harga 1 kg ikan layur tahun sebelumnya Rp. 30.000,0 saat ini sekitar Rp. 35.000-36.000,-. “Bahkan, untuk layur yang bagus bias mencapai Rp. 38.000,- per kilogram,” ujarnya.
Layur tangkapan nelayan rata-rata diekspor ke Tiongkok dengan kebutuhan mencapai 10 ton per-hari. Layur yang bias diekspor hanya ikan dewasa yang lebarnya sekitar 4 sentimeter dengan panjang maksimal 1 meter.


Namun ketika cuaca buruk, angin barat membuat para nelayan tak leluasa melaut.Hal ini menyebabkan tangkapan nelayan sedikit dan tak jarang nelayan memilih tidak melaut, saat seperti ini menyebabkan masa paceklik.


Sumber : WER/CHE/DMU, Nelayan Malang dan Pangandaran Panen Raya. Kompas, 17 November. hal. 21.

0 comments:

Post a Comment