30.12.15

“MIGAS DI PANDANG DENGAN ILMU PSIKOLOGI”



YUDHA ANDRI RIYANTO
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA



Ø  MIGAS
MIGAS, minyak dan gas adalah salah satu kekayaan alam yang terdapat didalam perut bumi atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme berabad – abad. Migas, Ganzali (2011) berasal dari binatang – binatang laut yang kecil atau besar yang hidup dilaut dangkal, selanjutnya mati dan kemudian terendapkan. Dalam kurun waktu yang lama binatang – binatang laut kecil atau besar yang mati tertimbun oleh lapisan yang tebal. Karena pengaruh waktu dan tekanan, temperatur yang tinggi, sehingga endapan makhluk hidup tersebut berubah menjadi minyak buni atau MIGAS.

Endapan MIGAS, atau gambaran endapan MIGAS yaitu: batuan lunak yang berasal dari lumpur mengandung bintik – bintik minyak atau batuan induk. Kemudian minyak dan gas ini akan berpindah muju tepat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi ditempat yang disebut trap atau poerangkap. Kandungan trap atau perangkap mengandung : minyak, gas dan air atau minyak dan air atau gas dan air.
Kandungan MIGAS berupa senyawa hidrokarbon yang multikomponen, MIGAS dapat berupa campuran senyawa Hidrocarbon paraffinic, napthecnic atau aromatic (sangat jarang). Rumusnya campuran senyawa paraffinic yang memiliki komponen utama yaitu unsur carbon dan hidrogen = CnH2n+2.
Beberapa dari jenis golongan paraffinic adalah Methana ( CH4 ), Ethana ( C2H6 ), Propana ( C3H8), Butana ( C4H10), Pentana ( C5H12 ), Hexana ( C6H14 ), Heptana ( C7H16). Tetapi selai itu terdapat unsur Impuritis atau unsur yang terikut yaitu : Karbon dioksida (CO2), Nitrogen ( N2 ). Hidrogen sulfida ( H2S ). Dari unsur diatas dapat di kelompokan lagi menjadi :
1. Unsur Gas terdiri dari : C1 - C4
2. Unsur Liquid terdiri dari : C5 - C17
3. Unsur padatan : C18 keatas

Ø  Minyak Mentah
Yaitu : campuran yang sebagian besar terdiri dari hidrokarbon di golongkan parafin, naptena, aromatic, serta impuritis. Minyak mentah setiap lapangan sumur memiliki derajat yang berbeda beda dan kualitas yang berbeda pula tergantung kondisi tempat MIGAS terbentuk.
Presentase Berat Unsur Minyak Mentah, Unsur Presen berat (%):
1. Carbon 84-87
2. Hidrogen 11-14
3. Belerang 0,06 - 2,0
4. Nitrogen 0,1-0,2
5. Oksigen 0,1-2,0
Secara garis besar minyak bumi dapat di rumuskan menurut sifat kimianya yaitu :
1. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Lurus
Senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus biasa disebut alkana atau normal paraffin. Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki rantai karbon pendek.
Contoh : CH3 – CH3 dan CH3 – CH2 – CH3
etana propana
2. Senyawa Hidrokarbon Bentuk Siklik
Senyawa hidrokarbon siklik merupakan senyawa hidrokarbon golongan sikloalkana atau sikloparafin. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena (CnH2n), tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua (hanya memiliki ikatan tunggal seperti alkana) dan membentuk struktur cincin.
Dalam minyak bumi, antarmolekul siklik tersebut kadang-kadang bergabung membentuk suatu molekul yang terdiri atas beberapa senyawa siklik.
3. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang
Senyawa golongan isoalkana atau isoparafin. Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik.
4. Senyawa Hidrokarbon Aromatik
Senyawa hidrokarbon aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik segienam, berikatan rangkap dua selang-seling, dan merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi yang memiliki jumlah atom C besar.

Ø  Gas Alam
Terdiri dari golongan parafin yang mudah menguap C1 - C4. Dapat digolongkan beberpa bentuk yaitu :
1. Sweat Gas : Gas alam yang tidak/ sedikit mengandung H2S
2. Sour Gas : Gas alam yang mengamdung H2S dalam jumlah besar ( bersifat korosif).
3. Dry Gas : Gas alam Yang hanya mengandung Hidrokarbon ringan.
4. Wet Gas : Gas yang banyak mengandung Hidrokarbon berat.
Gas alam sebagian besar terdiri dari metana. Indonesia adalah salah satu penghasil utama gas alam terutama dari ladang gas Bontang (Kalimantan) dan ladang gas Arun (Aceh). Gas alam dihasilkan dari sumur-sumur bor. Untuk mempermudah transportasi gas alam dicairkan yang disebut LNG (Liquefied Natural Gas). Gas alam terutama digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, maupun pemanas ruangan waktu musim dingin. Disamping itu, gas alam juga berfungsi sebagai sumber hydrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri.
Ø  PSIKOLOGI
 Haryanto (2011). Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Psikologi sangat luas, karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :
    Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
    Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan.
    Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
    Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.
    Psikologi Klinis, ilmu  yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikologi
Ø  MIGAS VS PSIKOLOGI
Penjelasan MIGAS dan PSIKOLOGI menjadi dasaran penulis setidaknya mengkaitkan hubungan positif atau negatif MIGAS dan PSIKOLOGI. Jelas MIGAS terdapat didalam timbunan tanah yang cukup dalam, hal ini memerlukan alat bantu untuk mengambil MIGAS atau bahan MIGAS. Sangat mustahil jika pengeboran minyak tidak merusak ekosistem alam dan lingkungan, setidaknya ada sedikit gangguan yang dialami manusia atau lingkungan akibat pengeboran minyak. Gangguan bisa disebabkan dari faktor lingkungan. Misalnya pengeboran minyak di lepas pantai. Awang (2011):
Ø  Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak. Residu berwarna gelap yang terdampar di pantai akan menutupi batuan, pasir tumbuhan dan hewan. Gumpalan tar yang terbentuk dalam proses pelapukan minyak akan hanyut dan terdampar di pantai.
Ø  Kerusakan biologis, bisa merupakan efek letal dan efek subletal. Efek letal yaitu reaksi yang terjadi saat zat-zat fisika dan kimia mengganggu proses sel ataupun subsel pada makhluk hidup hingga kemungkinan terjadinya kematian. Efek subletal yaitu mepengaruhi kerusakan fisiologis dan perilaku namun tidak mengakibatkan kematian secara langsung. Terumbu karang akan mengalami efek letal dan subletal dimana pemulihannya memakan waktu lama dikarenakan kompleksitas dari komunitasnya.
Ø  Pertumbuhan pitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa beracun dalam komponen minyak bumi, juga senyawa beracun yang terbentuk dari proses biodegradasi. Jika jumlah pitoplankton menurun, maka populasi ikan, udang, dan kerang juga akan menurun. Padahal hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi dan kandungan protein yang tinggi.
Ø  Penurunan populasi alga dan protozoa akibat kontak dengan racun slick (lapisan minyak di permukaan air). Selain itu, terjadi kematian burung-burung laut. Hal ini dikarenakan slick membuat permukaan laut lebih tenang dan menarik burung untuk hinggap di atasnya ataupun menyelam mencari makanan. Saat kontak dengan minyak, terjadi peresapan minyak ke dalam bulu dan merusak sistem kekedapan air dan isolasi, sehingga burung akan kedinginan yang pada akhirnya mati.
KESIMPULAN
SHINTA. A (2002). Fisher, 1982 :24-25. Perilaku sosial individu sangat dipengaruhi oleh interaksi variabel individu dan variabel lingkungan B=F(P,E). Tidak menutup kemungkinan individu disekitar pengeboran terkena dampak psikologisnya berupa gangguan kesehatan dan stress. Stress diakibatkan dari pola hidup masyarakat yang berkonsekuensi berupa kesehatan fisik dan perubahan jiwa. Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan baik dilingkungan yang baru atau perubahan (masyarakat / individu disekitar pengeboran minyak). Akibatnya akan menimbulkan ketegangan yang dapat menjadi faktor pencetus, penyebab atau akibat dari suatu penyakit.


Refrensi:
v  Ghanzali (2011). Pengertian dasar migas. Retrieved on April 24, 2015. From: http://cahayabelida.blogspot.com/2011/04/pengertian-dasar-petroleum-migas.html
v  Haryanto (2011). Pengertian psikologi. Retrieved on April 24, 2015. From: http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/
v  Wahyu (2015). Rangkuman psikologi abnormal. Yogyakarta.  Universitas proklamasi 45.
v  Shinta, A. (2002). Pengantar psikologi sosial. Edisi ke -2. Yogyakarta. Universitas proklamasi 45.

2 comments:

  1. iniloh bro yang seharusnya kita telaah bersama. karena pada hakikikatnya DNa kampus kita petrolium. jadi pembahasan yang di atas itu sangat sesuai dengan DNA kampus yang berlebel Universitas di kalangan suasta. perlu kayaknya kita psikologi pada umumnya dan aku sendiri pada khususnya harus mempelajari tentang migas, baik UU ataupun tata kelola migas, karena berangkat dari beround kampus kita adalah petrolium.... kajian seperti materi di ats sangat menarik, dan ini perlu kayaknya di kembangkan di psikologi sendiri siapa tau ada yang kepengin di perusahaan perminyakan...

    ReplyDelete
  2. iniloh bro yang seharusnya kita telaah bersama. karena pada hakikikatnya DNa kampus kita petrolium. jadi pembahasan yang di atas itu sangat sesuai dengan DNA kampus yang berlebel Universitas di kalangan suasta. perlu kayaknya kita psikologi pada umumnya dan aku sendiri pada khususnya harus mempelajari tentang migas, baik UU ataupun tata kelola migas, karena berangkat dari beround kampus kita adalah petrolium.... kajian seperti materi di ats sangat menarik, dan ini perlu kayaknya di kembangkan di psikologi sendiri siapa tau ada yang kepengin di perusahaan perminyakan...

    ReplyDelete