21.12.15

Menyulap Limbah Kayu jati Jadi Kerajinan Berharga Tingg


Menyulap Limbah Kayu jati Jadi Kerajinan Berharga Tinggi
Joko Prambudiyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kontan Kamis 22 Oktober 2015
            Berasal dari daerah yang banyak ditumbuhi pohon jati dijadikan peluang berbisnis yang menarik bagi Rudi Irvanto pria asal Bojonegoro, Jatim ini masih berstatus mahasiswa Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga. Namaun sejak SMA bersama sang kakak di tahun 2012, Rudi mendirikan usaha kerajinan dari limbah akar kayu jati bernama Jawa Painting yang bersala dari singkatan Jati Wate Painting. Rudi bercerita bahwa di tempat ia tinggal banyak tumbuh pohon jati selain itu juga banyak perusahaan yang mengelola kayu jati. Shingga, banyak limbah kayu jati hanya teronggok begitu saja.
            Banyak warga masyarakat hanya memakainya untuk kayu bakar saja. Rudi memiliki inisiatif untuk bisa memanfaatkan limbah kayu yang berkualitas ini untuk menjadi kerajinan yang bernilai tingi. Kebetulan, ayahnya adalah pemahat, shingga ia sudah taka sing lagi dengan kerajinan kayu. Menggunakan modal beberapa ratus ribu rupiah ia patungan dengan sang kakak dan modal sebesar Rp 6 juta dari program wirausaha dari kampusnya, Rudi mengembangkan produk kerajinan yang diproduksi dengan mengolah limbah kayu untuk dilukis dan bentuk menjadi tempat tisu, lukisan, asbak, jam dinding, stoples, replica kendaraan, lampu dan banyak lagi.
            Rudi juga memberdayakan warga kampungnya untuk ikut dalam inovasinya membuat kerajinan dari kayu jati ini. Harga produk yang ia jual mulai dari Rp 50.000,-Rp 150.000 per buah untuk barang rumah tangga, sedangkan lukisan kayu dibandrol antara Rp 60.000-Rp 1,25juta per buah tergantung tingkat detail dan ukuran. Produk jawa painting ini sudah dijual ke kota-kota di Pulau Jawa. Omset yang ia dapatkan hingga mencapai Rp 20 juta-Rp30juta.

0 comments:

Post a Comment