28.12.15

Mayoritas Kota di Indonesia Toleran

Ringkasan Artikel : Mayoritas Kota di Indonesia Toleran


Antoni Firdaus
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Mayoritas kita di Indonesia masih masuk ketegori kota toleran. Kondisi itu bias dimanfaatkan sebagai modal social untuk menghadapi masalah intoleransi yang berlangsung di dunia internasional. Saat bersamaan, kasus-kasus intoleransi yang masih terjadi di sejumlah kota di negeri ini harus diselesaikan tuntas.
Setara Institute meluncurkan indeks toleransi di 94 kota di Indonesia. Khususnya untuk DKI Jakarta, indeks toleransi diukur dalam tingkat provinsi. Pengukuran berdasarkan empat variable, yakni regulasi pemerintah berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Daerah (perda) diskriminatif; tindakan pemerintah berupa pernyataan dan respons atas peristiwa; serta demografi agama berupa komposisi penduduk berdasarkan agama.
Dari hasil indeks itu, 10 kota yang memiliki indeks toleransi teratas adala Pematang Siantar, Salatiga, SIngkawang, Manado, Tual, Sibolga, Ambon, Sorong, Pontianak, dan Palangkaraya. Adapun 10 kota dengan toleransi terbawah adalah Bogor, Bekasi, Banda Aceh, Tanggerang, Depok, Bandung, Serang, Mataram, Sukabumi, Banjar, dan Tasikmalaya.
Wakil ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, sebagian besar kota di Indonesia ada dalam kategori toleran. “ Indonesia sangat luas dan tidak bias digeneralisasi, Persoalan toleransi ini tidak hanya soal adanya kelompok intoleran di situ, tetapi juga terkait soal lain, seperti politik dan ekonomi,”.
Untuk mengatasi masalah ini, akar masalah yang menyebabkan intoleransi harus dicari dan diselesaikan.Peran polisi dan pemerintah harus kuat. Saat bersamaan, potensi sikap toleransi perlu dijaga demi memberikan hak yang sama bagi kelompok minoritas.


Sumber : ART, Mayoritas Kota di Indonesia Toleran. Kompas,



0 comments:

Post a Comment